Adapun survei tersebut dilakukan pada lebih dari 75 ribu responden, Sebanyak 75.000 responden adalah dari kalangan masyarakat umum dan 750 lainnya adalah spesialis
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 18 Desember 2020 - 14:00 WIB
WowKeren - Sebuah survei Global Soft Power Index mencatat soal penanganan negara-negara di dunia dalam menghadapi pandemi COVID-19. Total ada 105 negara yang masuk dalam survei itu.
Dari 105 itu, Indonesia berada di peringkat 60. Yang mana, urutan ini masih berada di bawah Vietnam dan juga Uganda. Uganda menempati peringkat ke 58 dan Vietnam ke 59. Dalam rilisnya, Brand Finance mencatat net index score RI adalah 8 persen.
Sementara itu, negara jawara dalam penanganan pandemi adalah Selandia Baru. Selandia Baru mendapat skor sebesar 43 persen. Peringkat RI rupanya masih lebih baik daripada Amerika Serikat. AS berada di posisi paling bawah. Negeri yang dipimpin Presiden Donald Trump itu mencetak skor minus 16 persen.
Adapun survei tersebut dilakukan pada lebih dari 75 ribu responden, Sebanyak 75.000 responden adalah dari kalangan masyarakat umum dan 750 lainnya adalah spesialis. pertanyaan yang diajukan dalam survei itu antara lain tentang penanganan COVID-19 di negara-negara tersebut, mulai dari ekonomi, kesehatan, kesejahteraan serta bantuan dan kerja sama internasional.
"Perbedaan mencolok antara persepsi publik tentang bagaimana Selandia Baru dan AS menangani pandemi," kata CEO Brand Finance David Haigh melalui keterangannya seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Jumat (18/12). "Melambangkan visi dunia yang kontras antara kedua negara, yang dipelopori oleh para pemimpin yang hampir berseberangan."
Ia kemudian membandingkan pola kebijakan yang diambil oleh pemimpin AS dan Selandia Baru. Menurut David, dibandingkan dengan Trump, Perdana Menteri Jacinda Ardern lebih mengambil kebijakan yang terbuka, liberal, dan penuh kasih. Sedangkan Trump lebih agresif.
"Di satu sisi, kami memiliki kebijakan Ardern yang terbuka, liberal, dan penuh kasih versus pendekatan Trump yang seringkali agresif, perfeksionis, dan isolasionis," ujarnya lagi. "Dengan Presiden Terpilih Joe Biden bersiap untuk mengambil kendali tahun depan, semua mata akan tertuju padanya untuk memulai pemulihan di seluruh negeri."
(wk/zodi)