Ilmuwan Prediksi Jumlah Kematian Akibat Mutasi COVID-19 Makin Melonjak pada 2021
Dunia

Grafik dari ilmuwan menunjukkan kasus tetap akan meningkat meskipun diberlakukan pembatasan super ketat. Bahkan, 118 ribu orang diprediksi akan meninggal pada musim panas.

WowKeren - Ilmuwan Scientific Advisory Group for Emergencies (SAGE), mengingatkan bahwa varian baru Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di wilayah Kent, Inggris, berpotensi membunuh lebih banyak orang pada 2021 dibandingkan varian asli di tahun ini. Dalam skenario kasus terburuk, 118 ribu orang dapat meninggal pada musim panas, dibandingkan dengan hampir 70 ribu pada tahun 2020.

Grafik dari ilmuwan menunjukkan kasus tetap akan meningkat meskipun diberlakukan pembatasan super ketat. Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, pada pekan lalu mengatakan bahwa sistem tiga level tidak cukup untuk mengendalikan varian baru Covid-19 ini.

"Mulai dari sekarang sampai akhir Juni, bisa ada lebih dari 118 ribu kematian hanya dengan sistem karantina wilayah Level Tiga," demikian tulis laporan media Inggris The Sun.


Peneliti Scientific Pandemic Influenza Group on Modelling (SPI-M) dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, sub grup dari SAGE, menggambarkan penyebaran varian baru menggunakan data saat ini untuk memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya. Hasilnya, setiap wilayah secara otomatis akan terpengaruh.

Tim peneliti memperkirakan bahwa varian baru ini 56 persen lebih mungkin ditularkan, dibandingkan varian yang sudah ada sebelumnya. Namun, belum ada bukti jelas yang menyebabkan penyakit akibat virus mutasi bisa lebih parah bagi penderita.

Di sisi lain, karena varian baru ini menyebar lebih cepat, berarti akan ada lebih banyak kasus, sekaligus lebih banyak kematian. Selama masa lockdown nasional kedua pada November menunjukkan pembatasan terberat pun masih belum cukup kuat.

Dengan peningkatan kebijakan lockdown Level 4 di seluruh Inggris hingga akhir Januari, termasuk penutupan sekolah, diperkirakan kasus Covid-19 dapat dipangkas menjadi 107 ribu. Angka itu tetap saja masih 40 ribu jiwa lebih banyak dibandingkan tahun 2020.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait