Jack Ma Dikabarkan Menghilang usai Kritik Presiden Tiongkok Xi Jinping
Dunia

Sebelumnya, regulator Tiongkok dan pejabat Partai Komunis telah mulai mengekang bisnis Jack Ma setelah mengkritik sistem peraturan negara pada bulan Oktober karena menghambat inovasi.

WowKeren - Jack Ma, miliarder Tiongkok yang dikenal sebagai pendiri Alibaba, dikabarkan menghilang selama dua bulan terakhir usai mengkritik Presiden Xi Jinping dan Pemerintah Negeri Tirai Bambu.

Dilansir dari The Sun pada Senin (4/1), Ma menghilang setelah mengkritik kebijakan pemerintah Tiongkok secara terbuka dalam sebuah pidato. Salah satu orang terkaya di Tiongkok tersebut tidak terlihat di publik sejak Oktober lalu.

Jack Ma memperoleh kekayaannya setelah mendirikan Alibaba, yang dijuluki Amazon Asia, dan pernah menjadi tokoh favorit rezim komunis Tiongkok. Namun, ia mendadak "hilang" tanpa kabar begitu saja. Dalam beberapa pekan terakhir tidak ada aktivitas di akun Twitter miliknya, yang biasanya memuat beberapa kicauan dalam sehari.

Jack Ma juga tiba-tiba diganti sebagai juri di final "Africa’s Business Heroes", sebuah kontes TV bergaya Den Dragons untuk wirausahawan pemula. Fotonya kemudian dihapus dari halaman web panel juri dan dia kemudian dikeluarkan dari video promosi. Padahal, ayah tiga anak itu sebelumnya menulis di Twitter bahwa dia "tidak sabar" untuk bertemu dengan semua kontestan.

"Karena konflik jadwal, Tuan Ma tidak dapat lagi menjadi bagian dari panel juri terakhir Pahlawan Bisnis Afrika awal tahun ini," kata seorang juru bicara Alibaba.


Acara final berlangsung hanya beberapa minggu setelah Jack Ma berpidato yang mengecam regulator Tiongkok dan bank-bank milik negara. Bulan lalu, otoritas Tiongkok juga tiba-tiba mengumumkan penyelidikan anti-monopoli terhadap perusahaannya.

Regulator Tiongkok dan pejabat Partai Komunis telah mulai mengekang bisnis Jack Ma setelah mengkritik sistem peraturan negara pada bulan Oktober karena menghambat inovasi.

Di sisi lain, Tiongkok sendiri memang memiliki sejarah membungkam miliarder pengkritik. Pada Maret 2020, seorang taipan properti, Ren Zhiqiang, menghilang setelah dia menyebut Presiden Xi Jinping sebagai "badut" karena penanganannya terhadap krisis virus corona.

Teman Ren Zhiqiang mengatakan mereka tidak bisa menghubunginya sama sekali. Lalu enam bulan kemudian Zhiqiang dijatuhi hukuman 18 tahun penjara setelah dia "secara sukarela dan jujur mengaku atas berbagai kejahatan korupsi."

Kasus serupa menimpa Xian Jianhua, seorang pemodal miliarder. Ia ditangkap dari sebuah hotel di Hong Kong pada tahun 2017 dan dibawa ke Tiongkok daratan.

Sementara itu, sebagai informasi tambahan, Jack Ma dikenal menyumbang ke berbagai badan amal global. Selama pandemi virus corona, dia telah menyumbangkan puluhan juta masker wajah di seluruh dunia. Dan bahkan ketika ketegangan antara AS dan Tiongkok semakin memanas, Jack Ma menyumbangkan 2.000 ventilator ke New York bersama rekannya Joe Tsai, yang diapresiasi oleh Presiden Donald Trump.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts