Juwita Bahar Cerita Soal Koma 15 Hari Karena Masalah di Otak Akibat Diet Ketat di Usia 10 tahun
WowKeren/Fernando
Selebriti

Juwita Bahar membagikan cerita soal koma 15 hari yang pernah ia alami saat masih berusia 10 tahun karena ada masalah serius di otak. Juwita pun mengungkap jika peristiwa itu terjadi akibat diet ketat yang ia jalani.

WowKeren - Juwita Bahar menjadi salah satu artis yang pernah bermasalah dengan berat badan. Juwita bahkan mengaku kini jarang tampil di TV karena tidak PD dengan bentuk tubuhnya. Tapi nyatanya, Juwita juga sempat mengalami masalah serius pada kesehatannya karena diet ketat untuk merubah badannya menjadi langsing.

Putri pedangdut Annisa Bahar itu bahkan mengalami koma selama 15 hari karena ada masalah serius di otaknya. Hal itu diakui Juwita diawali dari diet ketat yang ia jalani selama dua 2 tahun. Padahal kala itu usia Juwita baru menginjak 10 tahun.

"Awalnya (sakit hingga koma) tuh aku diet ngurangin nasi banget dan jauh banget dari nasi selama 2 tahun gitu. Awalnya aku sakit mag terus panas dan demam," tutur Juwita kepada WowKeren, Selasa (5/1). "Ya udah deh, pas ngobrol kata Papah aku udah di bawah alam sadar gitu, dan dibawa ke RS ya aku udah koma."

Mengenai detail nama penyakit yang ia derita, Juwita mengaku kurang tahu pasti. Tapi ia menyebut bahwa penyakitnya tersebut berhubungan dengan masalah di otak.


"Nggak tau sih kata dokter aku kanker otak atau virus otak, apalah soal otak. Tapi aku kurang tau pasti meningitis atau apa. Waktu aku umur 10 tahun," jelasnya.

Juwita pun mengaku sangat bersyukur bisa sembuh seperti sediakala setelah sadar dari koma meski harus kembali melatih fisiknya. Pasalnya, dokter memperkirakan Juwita hanya memiliki kesempatan hidup 50 persen dan kemungkinan akan mengalami cacat.

"Alhamdulillah aku udah pulih banget. Alhamdulillahnya aku udah jadi Juwita yang semula yang memang aktif, bawel, cerewet. karena kata dokter kesempatan hidup 50:50. Kalau hidup akan lumpuh kayak Gugun Gondrong," ungkap Juwita.

Juwita pun kembali menyebut bahwa sakit yang ia alami kala itu adalah akibat diet ketat yang dijalaninya. "Iya itu karena diet. Aku ngurangin nasi kayak nggak makan nasi selama 2 tahun. Jadi kayak protein dan karbonya enggak seimbang. Jadi waktu pas masuk RS tensi aku 180 jadi lagi darah tinggi usia 10 tahun," pungkasnya.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts