Heboh Bendera Merah Putih Tertangkap Kamera di Rusuh Capitol, Punya Indonesia?
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Demonstran dalam kerusuhan di Ibu Kota AS tertangkap kamera membawa bendera yang sekilas terlihat berwarna merah dan putih. Lantas apakah itu berarti ada orang Indonesia yang terlibat?

WowKeren - Amerika Serikat tengah panas dengan adanya kerusuhan yang terjadi di Ibu Kota Washington DC. Sejumlah besar massa pendukung Presiden AS Donald Trump memaksa masuk ke Gedung Kongres ketika finalisasi dan pengesahan kemenangan Joe Biden di Pemilihan Presiden tengah dilakukan.

Dan di antara massa yang rusuh itu ternyata ditemukan seseorang yang terlihat seperti membawa bendera Merah Putih. Lantas apakah itu berarti ada warga Indonesia yang ikut dalam kerusuhan tersebut?

Heboh Bendera Merah Putih Tertangkap Kamera di Rusuh Capitol, Punya Indonesia?

Kompas

Ditelusuri Kompas, ternyata bendera Merah Putih yang tertangkap kamera itu bukanlah milik Indonesia. Sebab bila dicermati lebih jauh, ada komponen lain di bendera tersebut sehingga bukan murni berwarna merah dan putih saja seperti milik Indonesia.

Rupanya bendera tersebut adalah milik Negara Bagian North Carolina. Di luar komponen warna merah dan putih, bendera itu memiliki bagian di sisi kiri dengan warna biru yang dilengkapi huruf N dan C yang mengapit satu bintang putih.


Kemudian di bagian atas huruf serta bintang tersebut ada pita emas bertuliskan May 20th 1775, sedangkan di bagian bawahnya ada pita emas lain bertuliskan April 12th 1776. Ukuran area biru ini kira-kira setara sepertiga ukuran bendera.

Di sisi lain kerusuhan terjadi usai Trump terus menyuarakan keberatan atas hasil Pilpres yang digelar pada November 2020 kemarin. Trump berkali-kali menyebut ada kecurangan dalam pesta demokrasi itu meski tanpa bukti yang akurat.

Malah belakangan media The Washington Post mengungkap ada praktik kecurangan yang coba dilakukan Trump. Media itu mengunggah rekaman percakapan panjang antara Trump dengan Sekretaris Negara Bagian Georgia, Brad Raffenspeger, dengan inti sang presiden meminta "dicarikan" tambahan suara demi membalikkan kemenangan Biden di sana.

Kerusuhan yang terjadi berbuntut panjang serta membuat Trump terus menuai kritikan keras dari berbagai pihak, termasuk rekan satu kubunya sendiri di Partai Republik. Apalagi karena kemudian ada 4 orang yang sampai meregang nyawa dalam kerusuhan tersebut.

Beruntung kekinian Trump sudah menjanjikan transisi kekuasaan secara damai kepada Biden yang akan menjadi penerusnya. Sedianya transisi ini dilakukan saat pelantikan Biden yang jatuh pada 20 Januari 2021 mendatang.

(wk/elva)


You can share this post!

Related Posts