Bukan Orang Sembarangan, Korban Tewas Rusuh Massa Trump di Capitol Ternyata Senior Militer
Dunia
Rusuh Massa Trump Duduki Capitol

Sejauh ini dilaporkan 4 orang tewas dalam kerusuhan massa pendukung Trump di Capitol Hill, AS. Salah satunya ternyata seorang pasukan militer Caliornia yang sudah senior.

WowKeren - Kerusuhan tak terelakkan ketika sejumlah besar massa pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerbu Gedung Kongres di Ibu Kota Washington DC. Situasi makin panas ketika polisi sampai melepaskan tembakan peluru tajam yang menewaskan seorang demonstran wanita.

Belakangan sosok sang korban pun menjadi sorotan publik. Sebab bukan orang sembarangan, korban tewas dalam upaya pengamanan Capitol Hill itu adalah seorang senior militer setempat.

Adalah Ashli Babbitt, seorang dokter hewan Angkatan Udara di California yang terpaksa meregang nyawa dalam peristiwa tersebut. Babbitt tewas usai tertembak di bagian dada karena menjadi massa yang mendukung Trump dan mencoba menggagalkan pengesahan kemenangan Joe Biden.

Dikutip dari New York Post, Babbitt ternyata sempat menuliskan beberapa cuitan di Twitter-nya. "Tidak ada yang akan menghentikan kita. Badai ada di sini," cuitnya, dilansir pada Jumat (8/1).

Sayangnya langkah Babbitt dalam mendukung Trump berhenti ketika nyawanya terenggut oleh tembakan timah panas. Meninggalkan pula pekerjaannya sebagai anggota militer yang sudah diemban selama 14 tahun terakhir.


Sang suami, Aaron, yang ditinggalkan untuk selamanya tak kuasa menahan tangis. "Saya mati rasa, saya hancur," ujar Aaron ketika diwawancarai KUSI-TV.

"Tidak ada seorang pun dari DC yang memberi tahu putra saya dan kami mengetahuinya di TV," imbuh Aaron. Pasangan itu sendiri diketahui tinggal di San Diego.

Pihak keluarga sendiri telah mengetahui bahwa Babbitt merupakan seorang pendukug Trump. Hanya saja sangat disayangkan bahwa tidak ada pemberitahuan resmi perihal kematian Babbitt kecuali informasi di televisi.

"Dia adalah pendukung Trump," ujar ibu mertua mendiang, Robin Babbitt. "Semuanya sangat nyata. Sulit, karena kami belum diberitahu secara resmi," imbuh Justin Babbitt selaku saudara ipar mendiang.

Kerusuhan terjadi ketika sejumlah besar massa pendukung Trump berusaha menginterupsi proses finalisasi penghitungan data dan pengesahan kemenangan Biden di Pilpres AS. Aksi para demonstran membuat anggota Kongres dan Wakil Presiden AS Mike Pence sampai harus dievakuasi.

Biden sendiri kemudian angkat bicara dan menantang Trump untuk muncul di televisi nasional pasca kerusuhan tersebut. Dan kekinian Trump sendiri sudah menjanjikan akan melakukan transisi kepemimpinan dengan damai.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts