23 Orang di Norwegia Meninggal Pasca Disuntik Vaksin Corona Pfizer, Mayoritas Usia di Atas 80 Tahun
Dunia
Vaksin COVID-19

Di Norwegia sendiri, sudah ada lebih dari 30 ribu warga yang menerima suntikan pertama vaksin virus corona (COVID-19) buatan Pfizer atau Moderna sejak akhir bulan lalu.

WowKeren - Sebanyak 23 orang di Norwegia dilaporkan meninggal dunia beberapa hari pasca mendapat vaksin virus corona buatan Pfizer-BioNTech. 13 orang di antaranya merupakan lansia penghuni panti jompo.

Pejabat kesehatan setempat menyatakan bahwa kematian 13 lansia tersebut berkaitan dengan efek samping vaksinasi corona. Menurut Dokter Kepala di Badan Obat Norwegia, Sigurd Hortemo, reaksi umum pasca vaksinasi seperti demam dan mual "kemungkinan telah berkontribusi pada hasil yang fatal pada beberapa pasien yang lemah".

13 lansia tersebut seluruhnya telah berusia di atas 80 tahun. Menyusul kasus ini, pejabat setempat pun langsung menyesuaikan pedoman tentang siapa saja yang harus menerima vaksin corona.

"Kami tidak khawatir dengan hal ini," ungkap Direktur Medis Steinar Madsen dilansir New York Post pada Sabtu (16/1). "Sangat jelas bahwa vaksin ini memiliki risiko yang sangat kecil, dengan pengecualian kecil untuk pasien yang paling lemah."


Di Norwegia sendiri, sudah ada lebih dari 30 ribu warga yang menerima suntikan pertama vaksin corona Pfizer atau Moderna sejak akhir bulan lalu. Madsen pun meminta agar vaksinasi untuk lansia baru dilakukan setelah ada pemeriksaan individual.

"Dokter sekarang harus hati-hati mempertimbangkan siapa yang harus divaksinasi," tambahnya. "Mereka yang sangat lemah dan berada di akhir hidupnya dapat divaksinasi setelah pemeriksaan individu."

Melansir Bloomberg, Pfizer dan BioNTech bekerja sama dengan regulator Norwegia untuk menyelidiki kasus kematian di negara tersebut. Pihak Pfizer menyatakan bahwa "jumlah insiden sejauh ini tidak mengkhawatirkan, dan sesuai dengan harapan".

Di sisi lain, vaksin Pfizer-BioNTech yang disetujui akhir tahun lalu telah digunakan secara luas. Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden juga telah menerima suntikan vaksin corona Pfizer pada 21 Desember 2020 lalu.

Namun reaksi alergi vaksin Pfizer sendiri sejauh ini dilaporkan jarang terjadi. Di AS, pihak otoritas melaporkan 21 kasus reaksi alergi parah dalam rentang waktu 14-23 Desember 2020, setelah pemberian sekitar 1,9 juta dosis awal vaksin Pfizer.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts