Dari Bioskop Ke Platform Digital, Ini Kata Deddy Mizwar Soal Masa Depan Film Indonesia
Instagram/deddy_mizwar
Film

Pagebluk Corona ikut mengguncang dunia perfilman Indonesia. Bagaimana tidak, dari pra produksi hingga penayangan film menjadi terhambat imbas Covid-19 yang harus memberlakukan social distancing.

WowKeren - Pandemi Covid-19 mengharuskan warga seluruh dunia untuk memberlakukan social distancing. Adanya aturan baru tersebut menyebabkan sejumlah tempat umum tutup. Meskipun terpaksa dibuka, tempat tersebut hanya boleh diisi setengah dari kapasitas.

Eksistensi bioskop rupanya turut diuji saat pegebluk ini. Imbasnya, industri perfilman harus putar otak untuk bisa terus produksi. Beruntung sekarang ini tengah berkembang sejumlah platform streaming yang bisa menjadi solusi industri kreatif saat pandemi.

Deddy Mizwar ikut menyoroti industri kreatif saat ini. Pria keturunan Betawi yang sudah terjun dalam dunia perfilman Indonesia sejak tahun 1976 ini menyebutkan platform streaming tampaknya bisa menjadi solusi bagi pencinta sinema yang ingin menonton film namun takut untuk keluar rumah.

Deddy yang juga menjadi Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) berujar bahwa sensasi nyamannya menonton film tak akan tergantikan dengan hadirnya aplikasi OTT (over the top). Pernyataan tersebut disampaikannya pada saat mengisi webinar bertajuk "2021: Bioskop atau OTT Apps?" Diketahui diskusi tersebut digelar oleh Direktorat Perfilman, Musik dan Media Baru, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerjasama dengan Demi Film Indonesia (DFI), Kamis (14/1) kemarin.


Pemeran "Naga Bonar" ini menilai bahwa platform streaming atau OTT Apps tidak bisa dihindari. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu wujud dari kemajuan teknologi. Menurutnya, justru industri kreatif Indonesia yang harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tersebut. Tentu agar perfilman Indonesia tidak mati dimakan zaman.

"Perkembangan teknologi tidak bisa dilawan," kata mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu. "Kita harus ikut arusnya biar kita tetap bisa berkarya."

Hal serupa juga dibenarkan oleh kritikus film, Yan Widjaya. Ia membeberkan fakta mengejutkan mengenai contoh nyata perbandingan penonton bioskop pada sebelum dan sesudah pandemi. Yan mencotohkan film "Asih 2" yang hanya mendapat perolehan penonton 19 ribuan saat tayang di bioskop pada 24 Desember 2020 kemarin. Perolehan tersebut jauh berbeda dibanding "Asih" yang tayang pada 11 Oktober 2018 silam, yakni sebanyak 1,7 jutaan penonton.

Deddy Mizwar sendiri tidak menampik bahwa ada kerinduan tersendiri saat menonton film di bioskop. Namun ia tetap memahami alasan sejumlah produser film menayangkan karya mereka di platform digital. Ayah dari pembawa berita cantik Senandung Nacita itu pun lantas berharap Covid-19 bisa segera teratasi sehingga ekonomi kreatif bisa pulih kembali.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts