Bos WhatsApp Buka-Bukaan Tanggapi Kritik Privasi, Bahas Telegram Dan Signal
Tekno

Global Head WhatsApp, Will Cathcart buka-bukaan mengenai segala kontroversi seputar pengaturan privasi aplikasinya. Ia juga menjawab ramainya pengguna WA yang pindah ke Telegram.

WowKeren - Kebijakan baru WhatsApp memang terus menuai kecaman dan kritikan dari masyarakat hingga pimpinan dunia. Gelombang kritikan terus ditujukan bagi WhatsApp secara bertubi-tubi setelah mereka mengumumkan aturan privasi baru pada awal bulan ini.

Aturan itu mewajibkan pengguna WhatsApp untuk berbagi data dengan Facebook. Sontak, para pengguna memprotes karena menilai data pribadi mereka tidak akan aman. Imbas dari kebijakan ini adalah banyak pengguna WhatsApp yang pindah menggunakan layanan lain seperti Telegram dan Signal.

Global Head WhatsApp, Will Cathcart akhirnya buka-bukaan mengenai permasalahan ini. Ia menegaskan WhatsApp sangat serius terhadap privasi dan keamanan obrolan. Karena itu, ia menjamin keamanan privasi para penggunanya dalam bertukar pesan.

Cathcart menjelaskan WhatsApp tidak akan menyimpan data mengenai siapa yang mengirim pesan atau menelepon penggunanya. Ia juga memastikan WhatsApp tidak akan membagikan kontak pengguna dengan Facebook atau aplikasi lain yang ditawarkan Facebook.

”Kami menawarkan layanan global untuk berkomunikasi dengan teman, keluarga, rekan kerja, dan Facebook membantu kami memastikan bahwa kami dapat memberikan layanan ini dengan andal,” jelas Cathcart seperti dilansir dari Business Line, Rabu (20/1). “Selain itu, kami bekerja dengan Facebook untuk mendukung jutaan bisnis.”


”WhatsApp telah menjadi bagian dari kehidupan orang-orang dan juga bagaimana bisnis diselesaikan,” sambungnya. “Dan kami bersemangat untuk terus membangun fitur-fitur hebat yang akan menggairahkan orang.”

Catccart mengaku telah mengetahui banyak pengguna mulai berpindah ke Telegram ataupun Signal. Ia mengaku pihaknya harus bersaing untuk mendapat kepercayaan pengguna dalam hal privasi. Menurutnya, setiap orang berhak memiliki pilihan dalam cara mereka berkomunikasi dan privasi mereka.

Lebih lanjut Cathcart menyadari pembaruan di WhatsApp telah menyebabkan kebingungan. Ia pun menerangkan alasan mengapa semua pengguna wajib menyetujui pembaruan tersebut. Pembaruan itu membantu transparansi umum dan mencakup perubahan untuk menjelaskan komunikasi di WhatsApp.

Walau itu adalah fitur opsional, perusahaan merasa penting bagi semua orang untuk mengetahuinya. Misalnya, jika pengguna mengirim pesan ke bisnis, mereka mungkin menerima layanan dari Facebook. Alasan lainnya karena WhatsApp telah menjadi bagian dari Facebook selama bertahun-tahun.

”Anda dapat memberi tahu bahwa pesan dan panggilan Anda dilindungi karena mereka ditandai 'terenkripsi ujung ke ujung' di bagian atas setiap obrolan,” kata Cathcart. “Tidak semua orang dapat berbicara dengan akun bisnis hari ini, tetapi beberapa akan berbicara di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui opsi ini.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts