Kemensos Buka Suara Soal Geger Warga Terima Bansos Ayam Hidup
Rawpixel/Carol M Highsmith
Nasional

Warga Cianjur telah memicu kehebohan setelah mengaku menerima bansos berupa ayam hidup. Mengetahui itu, Kementerian Sosial (Kemensos) langsung angkat berbicara.

WowKeren - Warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tengah menggegerkan publik setelah mengaku menerima bantuan sosial (bansos) pangan non-tunai (BPNT) berupa ayam hidup. Kementerian Sosial (Kemensos) langsung angkat berbicara mengenai adanya informasi yang menjadi viral di media sosial itu.

Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos, Herman Koswara menyatakan pihaknya sedang melakukan pengecekan mengenai kabar tersebut. Pengecekan itu dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Cianjur. Karena itu, Herman meminta masyarakat untuk menanti keterangan resmi dari pemerintah.

”Lagi coba crosscheck, ujar Herman seperti dilansir dari Detik, Senin (25/1). “Di bagian bawah Dinsos akan melakukan pengecekan. Tunggu saja.”

Sebelumnya, kabar bansos ayam hidup ini menjadi viral di akun media sosial Instagram. Selanjutnya, kabar itu terus menyebar di WhatsApp group yang menampilkan foto-foto ayam dan telah diedit menyerupai sebuah video.


Bansos berupa ayam hidup itu juga telah membuat heran seorang warga Desa Pagelaran Kecamatan Pagelaran. Ia mengaku sama sekali tidak diberitahu alasan yang jelas oleh petugas setempat kenapa komoditas daging ayam malah digantikan ayam hidup.

”Sempat heran,” ungkap seorang warga dengan nama samara Mpuy, Senin (25/1). “Kenapa dikasihnya ayam hidup bukannya daging ayam.”

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Surya justru mengaku baru mendengar adanya kabar warganya mendapat bansos ayam hidup. Ia pun mengaku cukup terkejut karena sebelumnya belum pernah ada kejadian seperti ini.

”Baru dengar kang (bansos ayam hidup),” aku Surya. “Baru pertama kali ada yang seperti ini. Ada-ada saja.”

Surya lantas menjelaskan Bansos BPNT dari Kemensos tersebut ditujukan untuk warga miskin berupa bantuan sembako. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan diberi bantuan dengan nilai sekitar Rp 200 ribu melalui kartu khusus yang nantinya akan ditukarkan dengan sembako di jaringan layanan yang bernama e-Warong.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts