Ada kebiasaan yang menjadi penyebab usaha diet dan olahraga yang dilakukan tak kunjung membuahkan hasil dalam mengurangi lemak di perut, seperti berikut ini misalnya.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 30 Januari 2021 - 15:01 WIB
WowKeren - Memiliki berat badan yang ideal adalah dambaan setiap wanita. Namun sayangnya, lemak yang tertimbun di bagian tubuh tertentu kerap menjadi masalah tersendiri, misalnya lemak yang menumpuk di bagian perut dan paha. Tak ayal berbagai cara pun dilakukan untuk bisa membakar lemak demi mendapatkan tubuh yang proporsional.
Diet dan olahraga banyak dipercaya sebagai cara yang ampuh untuk mendapatkan tubuh yang proporsional. Sayangnya, tak semua usaha bisa memberikan hasil maksimal. Pada sebagian orang, ada yang masih berkutat dengan masalah lemak perut meskipun sudah menjalani diet dan olahraga.
Jika kamu termasuk salah satu yang mengalaminya, bisa jadi kamu melakukan kesalahan lain yang membuat usahamu tak kunjung memberikan hasil. Berikut tim WowKeren rangkum beberapa kesalahan yang menyebabkan diet dan olahraga tak kunjung bisa menurunkan lemak berlebih di tubuh.
(wk/zodi)1. Tidak Mendapatkan Tidur yang Cukup
Sudah banyak studi yang menunjukkan jika kurang tidur bisa memicu obesitas atau kelebihan berat badan. Tubuh kita memiliki dua hormon yang berfungsi untuk mengatur nafsu makan, yakni ghrelin (hormon lapar) dan leptin (hormon kenyang).
Kurang tidur akan meningkatkan kadar hormon ghrelin sehingga akan membuat seseorang cenderung makan berlebihan. Kurang tidur juga akan mempengaruhi laju pembakaran kalori di dalam tubuh. Jadi, pastikan kamu selalu mendapatkan tidur yang cukup untuk mendukung program dietmu, ya.
2. Salah Melakukan Olahraga
Meskipun kamu ingin menurunkan lemak di perut sebaiknya hindari melakukan olahraga yang hanya fokus pada tujuan itu. Maksudnya di sini, kamu juga harus melakukan olahraga yang bisa menggerakkan seluruh bagian tubuhmu untuk bisa membakar lemak dengan baik.
Studi menunjukkan jika latihan interval intensitas tinggi (HIIT) dapat membantu mengurangi lemak di perut. "Olahraga intensitas tinggi tampaknya lebih efektif dalam mengurangi insulin, trigliserida, dan kortisol, dan membakar lebih banyak kalori dalam waktu yang lebih singkat," kata Shawn Talbot, anggota American College of Sports Medicine.
3. Konsumsi Terlalu Banyak Gula
Saat kondisi cuaca panas minuman yang manis dan segar memang sangat menggoda. Begitu juga dengan sepotong kue donat di tengah kesibukan kerja. Sebetulnya, kamu boleh kok mengonsumsi makanan ini tetapi jangan terlalu sering.
Apalagi jika kamu sedang melakukan diet. Kadar gula yang tinggi bisa turut menyebabkan kenaikan berat badan. Oleh sebab itu, kamu perlu memperhatikan hal ini. Utamakan untuk mengurangi konsumsi makanan yang manis-manis, ya.
4. Stres
Depresi yang kamu alami juga bisa menjadi penghambat diet sehingga tidak berjalan maksimal. Pada umumnya saat depresi, orang akan merasa malas atau kehilangan semangat untuk menjalani kegiatan sehari-hari. Begitu juga dengan diet yang dilakukan.
Tak jarang pula terjadi di mana depresi justru akan membuat seseorang semakin terdorong untuk makan lebih banyak. Kamu tentu tak ingin progres diet dan olahraga yang kamu lakukan sia-sia, bukan? Untuk itu penting mengetahui sumber depresi yang kamu alami agar bisa segera mengatasinya.
5. Gemar Konsumsi Makanan Cepat Saji
Meskipun kamu sudah mengurangi porsi makan dan memilih bahan yang rendah lemak demi menjalankan diet, namun rupanya upaya itu tak kunjung bisa mengurangi lemak berlebih di perut Coba perhatikan, apakah selama ini kamu memiliki kebiasaan ngemil di luar jam makan.
Bisa jadi, di luar jam makan kamu masih suka ngemil kentang goreng atau makanan cepat saji lainnya. Kandungan kalori yang tinggi pada kentang goreng seharusnya cukup menjadi alasan buatmu untuk segera menghentikan kebiasaan tersebut saat sedang menjalani program diet.
6. Diet yang Salah
Masing-masing pola diet bisa memberikan hasil yang beragam dari segi waktu. Ada yang bisa menurunkan berat badan seketika dan ada yang memerlukan proses lebih lama. Mengurangi secara drastis porsi makan bisa membantumu menurunkan berat badan dalam waktu singkat.
Namun bisa jadi, kamu tidak akan tahan untuk melakukannya dalam waktu yang lama. Jika asupan kalori turun terlalu rendah, tubuh bisa masuk ke mode kelaparan, yang mana hal ini justru akan membuatmu merasa ingin makan lebih banyak.
7. Perubahan Hormonal
Jika kamu tidak melakukan kesalahan-kesalahan di atas namun lemak berlebih di tubuh tak kunjung berkurang, bisa jadi alasannya adalah karena perubahan hormonal. Saat wanita menginjak usia paruh baya dan mengalami menopause, hormon estrogen akan menurun drastis yang mana hal ini akan berpotensi menyebabkan penimbunan lemak di perut.
Itulah tadi kesalahan-kesalahan yang menjadi penyebab mengapa lemak berlebih di tubuhmu tak kunjung berkurang meski sudah melakukan diet dan olahraga. Jika tak ingin usahamu sia-sia, segera perbaiki kebiasaanmu dengan memperhatikan hal-hal di atas, ya.
Penting juga untuk memperhatikan apakah diet yang kamu lakukan selama ini sudah benar. Jika kamu mulai merasakan hal-hal seperti yang dijelaskan pada artikel ini, tak ada salahnya kamu melakukan evaluasi diet. Kenali juga sinyal tubuh jika kamu salah melakukan diet di sini.