Lana Condor Ngaku Lelah Secara Mental Pasca Suksesnya Film 'To All The Boys I've Loved Before'
Film

Kesuksesan film tersebut juga bertepatan dengan waktu yang ditentukan di serial TV 'SyFy Deadly Class'. Hal ini membuat Lana Condor mengatakan bahwa dia merasa sangat terbebani sebagai hasilnya.

WowKeren - Film ketiga dan terakhir dalam serial “To All the Boys” Netflix, “To All the Boys: Always and Forever” akan dirilis pada 12 Februari. Dalam sebuah wawancara dengan Self, bintang serial Lana Condor membuka tentang bagaimana kesuksesan film pertama memengaruhi kesehatan mentalnya.

Film pertama dalam series tersebut “To All the Boys I'll Loved Before” dirilis pada tahun 2018, sedangkan sekuelnya “To All the Boys: P.S. I Still Love You” dirilis pada tahun 2020. Condor mengungkapkan bahwa kesuksesan film itu mengubah sebagian hidupnya.

"(Film) diterima jauh lebih baik daripada yang pernah aku bayangkan dalam mimpi terliarku," jelas Condor. "Itu mengubah sebagian besar hidupku dengan sangat cepat."

Kesuksesan film tersebut juga bertepatan dengan waktu yang ditentukan di serial TV “SyFy Deadly Class”. Hal ini membuat Condor mengatakan bahwa dia merasa sangat terbebani sebagai hasilnya.

"Aku hanya saja mengatakan ya untuk segalanya karena ini adalah kesempatan sekali seumur hidup, dan ingin memanfaatkannya, dan ingin merasa seperti sepenuhnya bisa merangkul segalanya. Tapi aku tidak pernah merasa lebih buruk secara mental,” ungkapnya.


“Aku sangat lelah. Aku akan pulang pada malam hari dan aku tidak dapat berbicara. Aku tidak dapat makan. Aku tidak dapat tidur. Aku akan gemetar ketika pergi tidur dan bangun karena itu terlalu banyak stimulasi," lanjutnya.

Akhirnya, Condor mendekati timnya untuk memberi tahu mereka bagaimana perasaannya. "Aku mengalami momen di mana aku hanya menangis, memberi tahu mereka bahwa aku tidak merasa baik-baik saja,” pungkas Condor.

“Dan mereka semua terkejut karena aku tidak terbuka tentang perasaanku. Tidak ada yang tahu. Ketika aku melakukan percakapan itu dengan mereka, itu seperti awal yang baru. Sekarang aku tahu apa kekuatan berbagi itu," katanya.

“Ibu dan ayahku sangat mendukung,” lanjutnya. "Kami telah melakukan percakapan tentang 'Lana, kamu harus berhenti. Kamu jelas tidak bahagia'. Dan aku berkata, 'Oke, mari kita cari tahu akarnya'. Orang tuaku telah menjadi papan suara yang hebat."

Pacar Condor, Anthony de la Torre, juga memberikan dukungan emosional. "Dia sangat hebat dalam berkomunikasi, dan dia benar-benar ingin tahu bagaimana perasaanku dan apa yang terjadi di kepalaku, yang membuatku merasa sangat dicintai dan diperhatikan,” sahutnya.

Condor menyimpulkan bahwa, karena dia memutuskan untuk terbuka dengan orang-orang di sekitarnya tentang perjuangannya, dia sekarang berada di tempat di mana merasa dapat melakukan apa yang disukai dan juga menjadi orang yang diinginkan untuk dirinya sendiri.

(wk/putr)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait