2 tenaga medis senior yang telah menerima vaksin COVID-19 Sinovac Sabtu (8/2) hari ini membeberkan pengalamannya, termasuk potensi efek samping yang dirasakan.
- Elvariza Opita
- Senin, 08 Februari 2021 - 16:11 WIB
WowKeren - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 Sinovac untuk lansia. Dan dimulai Senin (8/2) hari ini, sebanyak 15 dokter senior di RSUP Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) menerima suntikan vaksin COVID-19 perdana.
Lantas adakah efek samping yang dirasakan oleh para dokter senior tersebut? Salah satu yang sudah bersuara adalah Med Ali Baziad yang sudah berusia 69 tahun.
"Setelah divaksin saya merasa tidak ada apa-apa, semuanya baik, lancar tidak ada merasakan apa-apa," tuturnya, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan. Karena itulah ia mendorong agar masyarakat lansia untuk tidak khawatir menerima vaksin tersebut.
"Saya mengundang kepada dokter lansia sebaiknya melakukan vaksin," ujarnya. "Dan juga pada masyarakat umum yang sudah di atas 60 tahun jangan khawatir untuk divaksinasi."
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Hindra Irawan Satari. Tenaga kesehatan yang kini telah berusia 66 tahun tersebut mengaku tak mengalami gejala apapun selama masa observasi pasca penyuntikan vaksin.
"Setelah 30 menit observasi, tidak terasa apapun baik setelah disuntik dan selama masa observasi," tutur Hindra, dilansir dari Tempo. "Akhirnya lansia juga bisa divaksinasi karena sudah terbukti dari data-data yang ada di berbagai dunia penelitian bahwa vaksin Sinovac aman untuk diberikan pada usia di atas 60 tahun."
Sebelumnya Sinovac memang mengumumkan bahwa vaksin yang dikembangkannya berpotensi efektif untuk penerima lansia. Kendati demikian, ketika laporan ad interim itu dirilis, peneliti mendesak agar pemberian vaksin untuk lansia menunggu terlebih dahulu hasil uji klinis fase III.
Sedangkan BPOM mengeluarkan izin penggunaan vaksin untuk penerima di atas 60 tahun pada Jumat (5/2) kemarin. Sebagai penerima prioritas di kelompok ini adalah para nakes dengan total sampai 11.600 di seluruh Indonesia.
Namun berbeda dengan kelompok usia 18-59 tahun, lansia akan menerima vaksinasi dalam 2 dosis dengan selang waktu 28 hari. Dosis pertama untuk mengenalkan inactivated virus ke tubuh, sedangkan dosis kedua untuk meningkatkan potensi antibodi.
(wk/elva)