WHO Setujui Penggunaan Darurat Vaksin Corona AstraZeneca/Oxford
Dunia
Vaksin COVID-19

WHO menilai kualitas, keamanan dan kemanjuran vaksin COVID-19 dan merupakan prasyarat untuk pasokan vaksin fasilitas COVAX dalam memberikan izin penggunaan darurat tersebut.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan izin penggunaan darurat untuk dua versi vaksin virus corona (COVID-19) buatan AstraZeneca/Oxford. Hal ini sekaligus menjadi lampu hijau bagi vaksin corona tersebut untuk didistribusikan ke seluruh dunia melalui fasilitas COVAX.

Sebagai informasi, vaksin corona tersebut diproduksi oleh AstraZeneca-SKBio asal Korea Selatan dan Serum Institute of India. WHO menilai kualitas, keamanan dan kemanjuran vaksin COVID-19 dan merupakan prasyarat untuk pasokan vaksin fasilitas COVAX dalam memberikan izin penggunaan darurat tersebut.

"Negara-negara yang tak memiliki akses vaksin hingga saat ini pada akhirnya akan dapat mulai memvaksinasi pekerja kesehatan dan populasi rentan mereka, berkontribusi pada tujuan Fasilitas COVAX yaitu distribusi vaksin yang adil," ujar Asisten-Direktur Jenderal WHO untuk Akses Obat-obatan dan Produk Kesehatan, Dr Mariângela Simão, dilansir keterangan resmi pada Selasa (16/2). "Tapi kita harus terus menekan untuk memenuhi kebutuhan populasi prioritas di mana pun dan memfasilitasi akses global. Untuk melakukan itu, kami memerlukan dua hal - peningkatan kapasitas produksi, dan pengajuan vaksin mereka lebih awal untuk ditinjau WHO."

Sementara itu, proses izin penggunaan darurat WHO dapat dilakukan dengan cepat ketika pengembang vaksin mengirimkan data lengkap yang dibutuhkan oleh WHO secara tepat waktu. Setelah menyerahkan data tersebut, pihak WHO dapat dengan cepat mengumpulkan tim evaluasi dan regulatornya dari seluruh dunia untuk menilai informasi tersebut dan, bila perlu, melakukan inspeksi di lokasi produksi.


Dalam kasus vaksin AstraZeneca/Oxford ini, WHO menilai data kualitas, keamanan dan kemanjuran, rencana manajemen risiko dan kesesuaian program, seperti persyaratan rantai dingin (cold chain). Prosesnya pun cukup cepat, yakni memakan waktu kurang dari empat minggu.

Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi WHO (SAGE) meninjau vaksin tersebut pada 8 Februari 2021. SAGE kemudian merekomendasikan vaksin tersebut digunakan untuk semua kelompok usia 18 tahun ke atas.

Di sisi lain, vaksin AstraZeneca/Oxford ini rencananya juga akan diuji kepada anak-anak. Sekitar 300 sukarelawan akan ambil bagian, dengan vaksinasi pertama dalam uji coba berlangsung pada akhir Februari.

Dikutip dari BBC News, Minggu (14/2), para peneliti akan menilai apakah vaksin menghasilkan respons kekebalan yang kuat pada anak-anak berusia antara 6 hingga 17 tahun. Sebanyak 240 anak akan menerima vaksin, dan yang lainnya sebagai kontrol suntikan meningitis, saat uji coba berlangsung.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts