Sandiaga Uno Usung Musik Dangdut Demi Saingi K-Pop Hingga Hollywood, Seperti Apa?
Nasional

Menparekraf Sandiaga Uno ternyata menyimpan asa untuk menetapkan satu ikon budaya bagi Indonesia, selayaknya Amerika Serikat punya Hollywood atau Korea Selatan dengan K-Pop.

WowKeren - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno kembali menelurkan ide baru, kali ini terkait dengan warisan kebudayaan Indonesia. Mantan Calon Wakil Presiden Indonesia itu mengusulkan agar musik dangdut didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan kebudayaan Tanah Air, seperti diungkapkannya di Rapat Pimpinan Kemenparekraf pada Rabu (17/2) kemarin.

Sandiaga menilai musik dangdut sejatinya punya potensi besar sebagai modal utama mengembangkan sektor parekraf di Indonesia. Ia juga mengaku siap mengangkat kembali dangdut sebagai musik asli Indonesia, bahkan mengutip salah satu judul lagu dari kelompok musik populer Project Pop.

"Dangdut is the music of my country," tegas Sandiaga dalam keterangan resminya yang dikutip Kumparan, Kamis (18/2). "Sekarang kita relaunching untuk memasukkan dangdut sebagai bagian daripada music heritage di UNESCO."

Usulan ini pun mendapat tanggapan positif dari Direktorat Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri. Pihak Kemenlu juga ikut bersemangat untuk menghidupkan kembali peluang dangdut sebagai warisan budaya Indonesia yang ternyata sudah diusahakan sejak beberapa waktu belakangan.


Bahkan Sandiaga tampaknya sudah merencanakan hal ini sebaik mungkin, lantaran bisa langsung menghubungi salah satu bintang ternama musik dangdut di Indonesia, yakni Rhoma Irama. "Langsung saya terhubung dengan Bapak Profesor KH Rhoma Irama yang terkenal sebagai Raja Dangdut untuk memohon endorsement dari beliau," tutur Sandiaga.

Dan beliau sangat mendukung rencana progres ini yang sempat tersendat sebelumnya," sambungnya. Kemenparekraf pun turut menggandeng Prof Winthrop dari Pittsburgh University sebagai guru besar yang diketahui sangat mendalami musik dangdut.

Program ini selanjutnya akan ditangani oleh Deputi 7 Kemenparekraf. Sandiaga sendiri berharap bisa membangkitkan semangat untuk mempercepat pemulihan sektor parekraf nasional, bahkan kalau bisa menjadikan dangdut sebagai "saingan" ikon budaya negara-negara lain.

"Jadi kalau Amerika punya Hollywood, Korea punya K-Pop," kata Sandiaga. "Sudah saatnya Indonesia punya dangdut sebagai music of my country."

Sandiaga pun menegaskan bahwa kolaborasi harus terjalin sebaik mungkin dengan seluruh pihak terkait. "Ini tentunya kolaborasi kolosal. Harapan kita seperti batik, dangdut mendapat satu pengakuan dari UNESCO sebagai musik khas dan warisan Indonesia," pungkas Sandiaga.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts