Ini Cara Minimalisir Efek Samping Pasca Vaksinasi Corona Bagi Lansia
Reuters/Murad Sezer
Nasional
Vaksin COVID-19

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Priyama Hendra Gunawan, Sp.PD, mengungkapkan sejumlah efek samping yang bisa dirasakan pasca vaksinasi corona bagi lansia.

WowKeren - Program vaksinasi virus corona (COVID-19) untuk kelompok lanjut usia (lansia) berusia 60 tahun ke atas telah dimulai di Indonesia. Vaksinasi untuk lansia ini dilakukan dengan menerapkan skrining ketat sehingga diharapkan tak memberi efek samping yang buruk bagi kelompok lansia.

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh para lansia agar bisa lolos skrining vaksinasi COVID-19. "Pedoman dari Kementerian Kesehatan dan perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam telah menganjurkan penggunaan kuesioner rapuh untuk skrining vaksinasi pada lansia," ungkap Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Priyama Hendra Gunawan, Sp.PD, kepada media Kompas.com, Rabu (24/2).

Hendra lantas berbicara mengenai efek samping pasca vaksinasi di kelompok lansia. Menurut Hendra, berdasarkan studi yang diterbitkan tahun ini, efek samping vaksinasi terbagi menjadi dua, yakni efek samping lokal dan efek sistemik.

Efek samping lokal biasa dirasakan langsung di bekas lokasi suntikan vaksin. Sedangkan efek samping sistemik dirasakan di badan secara umum.

"Efek lokal yang dapat terjadi seperti nyeri, kemerahan, gatal, dan bengkak. Nyeri ini efek samping yang paling sering dilaporkan," terang Hendra. "Efek samping sistemik ini yang dilaporkan seperti demam, nyeri kepala (sakit kepala), ruam kemerahan, dan berkurangnya nafsu makan."


Ada pun efek samping yang dirasakan pasca vaksinasi akan berbeda-beda setiap orang. Hendra menjelaskan bahwa pada sebagian besar orang, reaski pasca vaksinasi umumnya akan mereda dalam waktu 24 jam.

Sedangkan penyebab efek samping pasca vaksinasi disebut Hendra masih bervarias. Pasalnya, masih belum banyak makalah yang menganalisis bukti ilmiah mengenai penyebab efek samping vaksinasi.

"Dugaan sementara dapat terkait status imunitas tubuh yang sub-optimal," kata Hendra. "Maupun dari psikis (penerima vaksin) seperti cemas atau gelisah (saat divaksinasi)."

Untuk mengurangi risiko terjadinya efek samping pasca vaksinasi, Hendra mengimbau lansia yang hendak divaksin harus berada dalam kondisi prima. Caranya adalah dengan menjaga asupan makanan bergizi, minum air yang cukup dan olahraga teratur. Selain itu, pikiran juga harus dijaga tetap positif untuk membuat imunitas tubuh baik.

"Hindarkan mendapatkan vaksinasi (corona) sebelum, bila (lansia) merasakan berbagai keluhan seperti demam, batuk, dan tidak enak badan (untuk mengurangi potensi risiko efek samping vaksinasi)," pungkas Hendra.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts