Berikut 10 Kabupaten/Kota yang Miliki Kasus Corona Aktif Tertinggi, Solo Peringkat Satu
YouTube/Sekretariat Presiden
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan 10 kabupaten/kota dengan kasus positif corona aktif tertinggi di Tanah Air. Data kasus aktif tersebut merupakan update per tanggal 21 Februari 2021.

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 kembali menyampaikan perkembangan situasi pandemi corona di Indonesia. Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito lantas berbicara mengenai persentase kasus aktif di tingkat nasional.

"Secara umum, kasus aktif di tingkat nasional adalah sebesar 12 persen. Namun jika dilihat lebih dekat hingga tingkat kabupaten/kota, ternyata sebagian besar yaitu 47,7 persen atau 260 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia memiliki hanya 11 sampai 100 kasus aktif," jelas Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (25/2). "Yaitu jumlah orang yang saat ini sedang menderita COVID-19, baik yang dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri."

Lebih lanjut, Wiku mengungkapkan 10 kabupaten/kota dengan kasus COVID-19 aktif tertinggi di Tanah Air. Kota Surakarta alias Solo rupanya menduduki peringkat pertama.

"Adapun 10 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif tertinggi adalah Kota Surakarta atau Solo 7.354 (kasus aktif), Kota Depok 7.096, Kota Denpasar 6.210," ungkap Wiku. "Jakarta Timur 4.367, Jakarta Selatan 4.238, Bekasi 4.165, Bogor 3.705, Kota Jayapura 3.616, Badung di Bali 3.516, Kota Bekasi 3.386."

Data Kasus Aktif

YoUTube/Sekretariat Presiden


Adapun data kasus aktif tersebut merupakan update per tanggal 21 Februari 2021. Wiku pun menjelaskan bahwa dibutuhkan gotong royong dan saling bahu membahu untuk mengefektifkan upaya penanganan COVID-19.

"Dimohon kepada seluruh kabupaten/kota, utamanya 65 kabupaten/kota yang masih memiliki kasus aktif di atas 1.000 untuk betul-betul menekan kasus aktif tersebut," imbau Wiku. "Kasus aktif dapat ditekan dengan mempercepat kesembuhan dan menghindari kematian pada pasien positif COVID-19."

Selain itu, Wiku kembali mengingatkan untuk terus mengedepankan kedisiplinan penerapan protokol kesehatan. Dengan demikian, penambahan kasus positif corona baru dapat dicegah dan tidak semakin menambah jumlah kasus aktif yang sudah ada.

Di sisi lain, Indonesia melaporkan 8.493 kasus positif baru pada Kamis (25/2) kemarin. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Tanah Air kini telah mencapai 1.314.634 kasus.

Dari total jumlah tersebut, sebanyak 1.121.411 pasien telah dinyatakan sembuh. Sedangkan 35.518 orang lainnya dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan kasus aktif COVID-19 per Kamis kemarin mencapai 157.705 kasus.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts