Soal OTT Gubernur Sulsel, Mantan Menteri ESDM Singgung Sistem Politik 'The Killing Field'
Instagram/sudirmansa1d
Nasional

Terjaringnya Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam OTT KPK pada Jumat (26/2) malam, membuat pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) sekaligus eks Menteri ESDM, Sudirman Said terkejut.

WowKeren - Penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Jumat (26/2) malam kemarin, tengah menjadi perbincangan hangat. Nurdi diamankan bersama lima orang dan satu koper yang berisi uang sebesar Rp 1 miliar.

Penangkapan Nurdin ini sendiri juga membuat sejumlah pihak terkejut, salah satunya bagi pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) sekaligus eks Menteri ESDM, Sudirman Said. Menurutnya, OTT Nurdin Abdullah menunjukkan sistem politik Indonesia sudah membuat orang yang dikenal berintegritas dan berprestasi, justru terperosok ke jurang korupsi.

"Prihatin, sistem politik kita menjadi 'the killing field' orang-orang berprestasi dan berintegritas," kata Sudirman kepada wartawan, Sabtu (27/2). "Kalau tidak hati-hati dan teguh pendirian, orang bersih sekali pun bisa terlumat sistem yang korup."

Sudirman berpendapat, perlu keteguhan sikap bagi kepala daerah dalam menjalankan tugasnya. Sehingga tugas dapat terselesaikan dengan baik tanpa perlu berurusan dengan KPK.


"Dilema bagi yang ingin menjaga kebersihan dan tidak ikut bermain," terangnya. "Diperlukan keteguhan sikap, agar tugas-tugas publik dapat diselesaikan dengan selamat."

Adapun secara pribadi, Sudirman mengenal Nurdin sebagai sosok yang berprestasi dan punya reputasi baik selama 2 periode menjadi Bupati Bantaeng. "Saya sempat berkunjung ke Kabupaten itu pada tahun 2016. Kemajuan di bidang pertanian, investasi, pendidikan dan kesehatan di bawah kepemimpinan Pak Nurdin, menjadi perhatian bukan saja nasional tapi juga internasional," paparnya.

Kini, Nurdin telah terjaring OTT KPK. Meski begitu, Sudirman berpesan agar tetap menjaga asas praduga tak bersalah, lantaran KPK belum mengumumkan status hukum para pihak. "Proses hukum masih berlangsung, tak boleh kita menghakimi. Asas praduga tak bersalah harus dijaga," tutup Sekjen PMI dan Komisaris Utama PT Food Station (FS) Tjipinang Jaya tersebut.

Sebelumnya, juru bicara Nurdin, Veronica Moniaga membantah bahwa sang gubernur terjaring OTT seperti yang disampaikan selama ini. Nurdin dijemput oleh KPK di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel secara baik pada dini hari tadi.

"Bapak Gubernur Sulsel tidak melalui proses Operasi Tangkap Tangan," jelas Veronica, Sabtu (27/2). "Melainkan dijemput secara baik di Rumah Jabatan Gubernur pada dini hari, ketika beliau sedang beristirahat bersama keluarga."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts