Berhasil Ditangkap, Polisi Ungkap Teroris Jatim Sudah Rancang Bungker Untuk Merakit Bom
Pixabay/TheDigitalWay
Nasional

Polisi mengatakan bahwa 12 tersangka teroris Jawa Timur telah menyiapkan bungker untuk merakit bom. Mereka juga disebut telah memiliki rencana matang seperti ini.

WowKeren - Polisi menyatakan bahwa 12 tersangka teroris Jawa Timur yang ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror pekan lalu telah menyiapkan bungker untuk merakit bom. Selain itu, mereka juga disebut telah menyiapkan tempat penyimpanan senjata serta lokasi pelarian.

"Aktivitas-aktivitas daripada kelompok ini, ini adalah kelompok Jamaah Islamiyah. Tentunya berafiliasi kepada Al Qaeda dan kelompok ini dikenal dengan kelompok Fahim, sering disebut kelompok ini dikenal dengan kelompok Fahim," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, kepada awak media, Senin (1/3).

"Tentunya mereka telah melakukan aktivitas-aktivitas berupa latihan bela diri dan mereka juga sudah merancang bungker yang akan digunakan untuk kegiatan pembuatan senjata maupun bom rakitan. Kemudian juga telah mempersiapkan tempat penyimpanan senjata dan juga telah mempersiapkan tempat pelarian setelah melakukan aktivitas terorisme," imbuh Rusdi.

Rusdi juga mengatakan bahwa kelompok tersebut sudah siap melancarkan aksi terorisme. Beruntung, Densus 88 berhasil menangkap mereka sebelum melakukan misi amaliah.


"Dan yang perlu dicatat oleh kita semua, mereka juga telah berencana melakukan amaliah yang tentunya ini perlu kita perhatikan. Dan rencana amaliah dapat dilakukan upaya-upaya pencegahan dari Densus 88 Antiteror Polri," paparnya.

Kendati demikian, polisi masih menyelidiki lokasi maupun target aksi dari kelompok tersebut. "Mereka telah merencanakan amaliah itu. Bentuknya apa dan sasarannya mana, ini masih pendalaman dari Densus nanti akan kami sampaikan," tegasnya.

Terakhir, Rusdi menegaskan bahwa kelompok teroris Jawa Timur ini berkaitan dengan Upik Lawanga alias Taufik Bulaga. "Jelas semua ada keterkaitannya. Kalau kita mendalami lagi, kelompok ini pun ada keterkaitannya dengan Upik Lawanga. Mereka saling terkoneksi antar satu kelompok dengan kelompok yang lain," pungkasnya.

Sementara itu, Upik Lawanga merupakan buronan yang melarikan diri dari Poso, Sulawesi Tengah, pada 2007 sebelum akhirnya menetap di Lampung. Ia dikenal sebagai salah satu ahli perakit bom dalam lingkaran Jamaah Islamiyah (JI) hingga mendapat julukan "profesor bom".

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts