Selandia Baru Diguncang Gempa Berpotensi Tsunami, Dubes Tantowi Yahya Minta WNI Evakuasi
Pexels/Dan Whitfield
Dunia

Menurut Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, saat ini ada sekitar 7 ribu WNI yang tinggal di Selandia Baru. Lebih dari separuhnya tinggal di Pulau Utara Selandia Baru.

WowKeren - Gempa berkekuatan magnitudo 8,1 yang mengguncang Kepulauan Kermadec Selandia Baru pada Jumat (5/3) dini hari hingga pagi waktu setempat membuat Manajemen Darurat Nasional (NEMA) sempat mengeluarkan peringatan tsunami. Meski demikian, gelombang tertinggi dipastikan telah belalu.

Kedutaan Besar RI di Selandia Baru lantas meminta seluruh WNI untuk mengevakuasi diri ke tempat tinggi. Menurut Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, pihaknya telah mengeluarkan imbauan dan berkoordinasi dengan simpul-simpul WNI untuk memonitor situasi mereka di sana.

"Sejak gempa pertama kami terus berkoordinasi dengan kepala-kepala WNI yang tersebar di seluruh Selandia Baru khususnya di pusat gempa," terang Tantowi kepada CNN Indonesia. "Menurut laporan dari teman-teman yang berada di lokasi gempa, sudah dilakukan evakuasi termasuk para WNI untuk meninggalkan dan mengosongkan rumah mereka dan cari tempat aman di perbukitan."

Lebih lanjut, Tantowi mengungkapkan saat ini ada sekitar 7 ribu WNI yang tinggal di Selandia Baru. Lebih dari separuhnya tinggal di Pulau Utara Selandia Baru, tepatnya di Auckland dan sekitarnya.


Meski demikian, Tantowi memastikan bahwa situasi terkini telah aman dan terkendali. Ia juga menjelaskan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

"Sekitar pukul 9.45 waktu setempat terjadi lagi gempa susulan sebesar 8,1. Ini membuat pemerintah memberlakukan peringatan tsunami," pungkas Tantowi. "Saat ini semua aman dan terkendali, tidak ada warga termasuk WNI yang menjadi korban akibat gempa, warga juga sudah bisa kembali ke rumah namun masih dilarang untuk mendekati pantai dan melakukan aktivitas lain di pesisir."

Sebagai informasi, NEMA kini telah mencabut peringatan tsunami tersebut. Ribuan orang yang sempat dievakuasi juga telah kembali ke rumah dan kantor mereka setelah peringatan tsunami diturunkan. Namun, warga tetap diperingatkan untuk menjauh dari pantai karena aktivitas gelombang tak biasa kemungkinan akan berlanjut untuk sementara waktu.

Peringatan Tsunami Dicabut

Twitter/@NZcivildefence

Menurut Menteri Pertahanan Sipil Kiri Allan, tanggapan pertahanan sipil terhadap ancaman tsunami tersebut sudah berlangsung sebelum fajar. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang melakukan hal yang tepat," tutur Allan dilansir Guardian.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts