Muncul Isu Virus Corona Mutasi Inggris B117 Sudah Menyebar di Jakarta Sejak Lama, Benarkah?
Unsplash/CDC
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Kekhawatiran bahwa virus Corona varian B117 sudah menyebar di Indonesia tanpa terdeteksi sejak lama mencuat lantaran aspek pelacakan dan pengetesan yang masih minim.

WowKeren - Virus Corona mutasi Inggris. atau yang dikenal juga sebagai varian B117, diketahui sudah masuk ke Indonesia. Kasus perdana yang dilaporkan dari mutasi virus ini pun sekarang sudah dinyatakan sembuh, meski kemudian memunculkan kekhawatiran dapat menyebabkan vaksin yang beredar tak lagi efektif melawan virus.

Bahkan kekinian muncul spekulasi jika virus Corona B117 itu sudah lebih lama beredar di tengah masyarakat tanpa terdeteksi. "Jangan-jangan B117 mungkin sudah dulu hadir sebelum kita mengidentifikasi kemarin," tutur Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dalam sebuah diskusi virtual pada Jumat (5/3).

Spekulasi ini muncul lantaran aspek pelacakan dan pemeriksaan kasus COVID-19 di Tanah Air masih jauh dari mumpuni. Bahkan kekhawatiran bahwa virus Corona yang diklaim bisa menular sampai 90 persen lebih cepat ini sudah meluas tanpa terdeteksi disampaikan oleh DKI Jakarta yang notabene kemampuan pengetesannya adalah yang tertinggi secara nasional.

Sebab ternyata selama ini Indonesia tidak memeriksa semua sampel kasus positif COVID-19 dengan pemeriksaan genom sekuens. Dengan kata lain, otoritas hanya mampu mendeteksi positif atau tidaknya seseorang tanpa memeriksa lebih lanjut varian virus apa yang menginfeksi tubuhnya.

"Taruhlah seribu kasus baru saja (terjadi di Jakarta dalam sehari), rasanya tidak mungkin kalau seribu kasus baru itu dilakukan tindak lanjut dengan genom sekuens," kata Dwi, dikutip dari Kompas. Pemeriksaan genom sekuens ini memang terbatas karena hanya beberapa laboratorium pusat lah yang memadai.


Kekhawatiran ini pun sempat disampaikan pula oleh Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman. Ia bahkan menduga varian ini mungkin sudah menyebar di berbagai wilayah Indonesia walau yang terdeteksi baru di Pulau Jawa.

"Ketika ditemukan itu bukan berarti hanya dua (kasus), itu sudah di mana-mana. Saya harus sampaikan itu," tegas Dicky, dikutip dari VOA Indonesia. "Karena, sekali lagi, strategi tracing, testing kita yang tidak memadai yang artinya tidak berlanjut dengan isolasi-karantina."

"Ini tidak bisa memutus transmisi COVID-19. Dan (menyebabkan) pola eksponensialnya selain tinggi, itu berarti leluasa membawa virus ke mana-mana, tidak terdeteksi," imbuhnya.

Lantas dengan situasi seperti ini, langkah apa yang dilakukan? Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono pun mendesak agar program vaksinasi dipercepat, terutama untuk golongan lansia.

Meski pakar kesehatan menegaskan varian B117 ini kemungkinan tidak lebih mematikan, tetap saja riisko harus diminimalisir. "Harus dikebut, harus disisir, dari RW RT karena Jakarta lebih mudah," pungkas Pandu, Kamis (4/3).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts