Volume Air Hampir Penuh, Warga Khawatir Tanggul Penahan Lumpur Sidoarjo Ambles Saat Musim Hujan
pixabay/nzifbageur
Nasional

Ketua RT setempat mengatakan jika sebetulnya warga sudah lama resah terkait kondisi tanggul penahan lumpur. Hal ini mengingat tanggul itu pernah ambles pada tahun 2018 dan 2020.

WowKeren - Warga Desa Gempolsari, Tanggulangin, Sidoarjo, mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kondisi tanggul penahan lumpur. Mereka cemas jika tanggul di 67 titik desa tersebut ambles sewaktu-waktu lantaran tergerus air hujan.

Sementara itu, tanggul itu sebelumnya pernah ambles pada 2018 silam. Kala itu kondisi air di dalam kolam atau pond tidak penuh. Berbeda dengan sekarang, yang ketinggian air sudah semakin naik hingga kurang dari dua meter mendekati bibir tanggul. Sekitar 50 meter dari tanggul itu, terdapat ratusan rumah warga. Posisi permukiman warga berada di bawah tanggul penahan lumpur setinggi 11 meter.

Salah seorang warga, Iftahul, khawatir jika curah hujan yang lebat bisa membuat tanggul ambles. "Karena saat ini musim hujan, apalagi curah hujan sangat lebat, warga merasa resah bila tanggul penahanan lumpur itu ambles," ujarnya kepada detikcom, Minggu (7/3).

Warga pun semakin was-was lantaran tanggul ditutup terpal. Sedangkan dari pihak Petugas Pelaksana Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) masih belum memberikan penjelasan mengenai hal itu.


"Sampai saat ini belum ada penjelasan dari PPLS ke warga Desa Gempolsari. Kenapa tanggul tersebut ditutup terpal," tambah Iftahul. "Sementara saat ini kondisi pond sudah penuh air, apa jadinya bila tanggul tersebut ambles. Yang jelas berdampak ke warga desa."

Sementara itu, Ketua RT setempat Khoirul Anam mengatakan jika sebetulnya warga sudah lama resah terkait kondisi tanggul. "Warga sudah lama resah, apalagi di puncak musim hujan ini. Apalagi melihat tanggul yang tidak jauh dari pemukiman warga itu sering ambles," kata Khoirul.

Peristiwa tanggul penahan lumpur ambles yang terjadi pada Oktober 2018 bukan satu-satunya. Dua tahun setelah itu tanggul pernah ambles lagi pada November 2020 namun tidak begitu parah.

"Sedangkan saat ini volume air hampir memenuhi pond, kondisinya ketinggian air kurang dua meter dengan bibir tanggul," ujarnya menjelaskan. "Meski itu di anggap aman oleh PPLS, namun warga selalu resah. Karena curah hujan setiap harinya terus lebat."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts