Andi Arief 'Kubu' AHY Klaim Demokrat Pro Moeldoko Gagal Daftar ke Kemenkuhmam Gara-Gara Ini
Twitter/andiarief_
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Bapilu Demokrat kubu AHY, Andi Arief, mengklaim pihak Moeldoko gagal mendaftarkan hasil KLB mereka ke Kemenkumham hingga menyebabkan salah seorang penggagasnya, Darmizal, menangis.

WowKeren - Perseteruan di tubuh Partai Demokrat belum usai, apalagi setelah kubu Moeldoko menggelar Kongres Luar Biasa di Deli Serdang, Sumatera Utara. Kubu Demokrat yang pro terhadap Agus Harimurti Yudhoyono pun bergegas menyampaikan bantahan perihal keabsahan hasil KLB yang hingga kini rupanya belum didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM.

Soal belum terdaftarnya Demokrat hasil KLB ini ke Kemenkumham, menurut Badan Pemenangan Pemilu Demokrat kubu AHY, Andi Arief adalah karena gagal memasukkan data secara elektronik. Menurut Andi, ada beberapa kebutuhan administrasi yang tak bisa dipenuhi oleh Demokrat kubu Moeldoko sehingga tak bisa mendaftar secara elektronik ke Kemenkuham pada Selasa (9/3) lalu.

"Saat ingin mendaftarkan, dari siang sampai malam data tidak bisa di-input alias tidak bisa mendaftar," tutur Andi, dikutip dari CNN Indonesia pada Kamis (11/3). Padahal menurut Andi, salah seorang penggagas KLB yakni Darmizal sudah menjanjikan pendaftaran ke Kemenkumham ini kepada Moeldoko sejak Selasa kemarin.


Karena alasan itulah, menurut Andi, Darmizal kemudian sampai menitikkan air mata saat menggelar konferensi pers. Hal ini seperti Andi ungkap juga lewat cuitan di Twitter-nya pada Rabu (10/3).

"Mengapa Darmijal nangis? Karena janjikan Moeldoko 9 Maret data KLB abal2 bisa didaftarkan elektronik di kumham," tulis Andi. "Saat mendaftarkan, data tidak bisa diinput. Karena perselisihan dari mulai pemecatan keabsahan peserta kongres dan jumlahnya di Mahkamah partai. Puput harapan."

Sedangkan Darmizal sendiri memang sempat menangis ketika menggelar jumpa pers. Namun kala itu Darmizal mengaku menangis lantaran merasa bersalah sudah menjadi tim sukses Susilo Bambang Yudhoyono di Kongres 2015 lalu.

"Saya sangat menyesal pernah menjadi aktor tim buru sergap untuk mendatangi ketua-ketua DPD, mengumpulkan ketua-ketua DPC agar mereka berbulat tekad membangun chemistry agar Pak SBY yang dipilih pada kongres 2015 di Surabaya," ungkap Darmizal pada Selasa (9/3). "Hari ini saya kepada seluruh DPC, seluruh DPD Partai Demokrat, minta maaf, saya menyesal, saya enggak tahu kalau akan lahir rezim diktator ini."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts