Cynthiara Alona kini ditetapkan sebagai tersangka lantaran terbukti melakukan kerjasama dengan muncikari. Karena hal tersebut, hotel miliknya yang menjadi tempat prostitusi pun kini resmi ditutup.
- Lailatul Maghfiroh
- Jumat, 19 Maret 2021 - 14:32 WIB
WowKeren - Cynthiara Alona kini sedang ditahan pihak polisi terkait penggerebekan hotelnya yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi. Lantas kini pihak Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan bahwa Cynthiara memang melakukan kerjasama langsung dengan muncikari.
"Ya, di sini dia (Cynthiara Alona) mengetahui langsung," ujar Yusri Yunus dalam jumpa pers yang dihadiri Wowkeren di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/3). "Modusnya adalah ini para pelaku kerja sama. Mulai dari mucikari, sampai ke pengelola hotel sampai ke pemilik hotel. Kenapa keterlibatan pemilik hotel? Dia mengetahui."
Yusri lantas menjelaskan jaringan prostitusi online itu dilakukan melalui aplikasi MiChat. Dari situ, korban yang merupakan anak di bawah umur dijajakan kepada lelaki hidung belang.
"Kami sepakat, 15 orang ini adalah korban. Semuanya anak di bawah umur yang rata-ata umurnya 14 sampai 15 tahun," ungkapnya. Lantas selanjutnya uang yang didapat dari praktik tersebut akan dibagi-bagi sesuai kesepakatan.
"Tarif yang dia terima melalui MiChat Yanti Rp 400 sampai Rpi 1 juta, nanti di bagi-bagi. Apakah cuma satu kali? Lebih. Bahkan ada yang lebih dari satu kali untuk melayani satu-satu para hidung belang," paparnya.
Lantaran kejadian tersebut, kini hotel milik Chyntiara pun resmi ditutup. "Ya pasti kami police line. Karena di situ tempat kejadian perkara (TKP)," ungkap Yusri.
Dijelaskan pula bahwa semula hotel tersebut adalah kos-kosan. Namun Cynthiara merenovasinya menjadi hotel bintang dua. Dan ia pun sudah mendapatkan surat izin untuk mengoperasikan hotelnya tersebut.
"Tadinya tempat tinggal, kemudian diubah menjadi kos-kosan kemudian setelah itu dijadikan hotel bintang dua. Nama hotelnya A atas nama pemilik langsung," kata Yusri. Namun lantaran masalah ekonomi di masa pandami, Cynthiara pun akhirnya mengizinkan hotelnya menjadi tempat prostitusi.
"Motivasinya dari pemilik hotelnya saudari CCA, publik figure karena masalah ekonomi. Dia lihat situasi Covid-19, hotel kosong, sehingga dia memudahkan satu cara, tapi hal yang salah untuk menyediakan prostitusi online di tempatnya," pungkasnya.
(wk/lail)