Pernyataan JTBC terkait kontroversi drama Jisoo dan Jung Hae In 'Snowdrop' justru memperburuk situasi. Penasaran kenapa? Simak ulasannya dalam berita di bawah ini.
- Eva Lestari
- Sabtu, 27 Maret 2021 - 10:42 WIB
WowKeren - Kontroversi "Snowdrop" semakin meluas meski JTBC telah memberikan sanggahan resmi. Terutama karena JTBC menyebut drama ini sebagai "komedi" gelap meski ceritanya terinspirasi dari sejarah menyakitkan Korea Selatan pada tahun 1987.
Seperti yang diketahui, drama Jisoo BLACKPINK (Black Pink) dan Jung Hae In tersebut dikritik karena menghadirkan sinopsis yang kontroversial. Sejumlah pemirsa Korsel menganggap drama ini telah "menghina sejarah perjuangan para mahasiswa dalam melawan kediktatoran penguasa".
Setelah kontroversi berlanjut, JTBC membantah tudingan netizen dan meminta pemirsa untuk tidak membuat tudingan spekulatif. Sayangnya, mereka menggunakan kalimat yang justru memperburuk situasi.
Salah satunya berbunyi, "'Snowdrop' merupakan komedi hitam yang menyindir pemilihan presiden yang terjadi pada tahun 1980-an di bawah rezim militer selama ketegangan Utara-Selatan di Semenanjung Korea. Ini juga merupakan melodrama tentang pria dan wanita muda yang menjadi korban dari situasi tersebut."
Di forum online populer Reddit, seorang pengguna membagikan postingan tentang mengapa orang Korea yakin bahwa mereka harus memboikot drama tersebut. Menurutnya, drama ini telah menodai perjuangan para mahasiswa yang rela mempertaruhkan nyawa demi memperjuangkan keadilan demokrasi pada tahun 1987.
"Program ini adalah tentang peristiwa mengerikan yang terjadi pada akhir 1980-an di Korea Selatan, ketika Korea Selatan berada di bawah (kepemimpinan) diktator berdasarkan kekuatan militernya. Diktator ini membunuh ratusan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa melawan kediktatorannya dan menyebut mahasiswa tersebut mata-mata dari Korea Utara," tulis pengguna online di forum Reddit.
Menurutnya, drama "Snowdrop" hanya membenarkan tindakan mantan Presiden Chun Du Hwan selama memimpin Korsel di era tersebut. Karena itulah ia menuntut agar drama ini tak ditayangkan di layar kaca.
"Plot utama 'Snowdrop' adalah tentang seorang mahasiswa muda yang menyelamatkan seorang pengunjuk rasa yang sebenarnya adalah mata-mata rahasia. Kedengarannya akrab? Pasti begitu, karena inilah yang diklaim oleh mantan Presiden Chun Du Hwan (dalam pembelaannya) usai membunuh ratusan mahasiswa tidak bersalah," jelasnya.
Dia menambahkan, "Program ini hanya akan membenarkan tindakan dan perkataannya. Program ini harus dihentikan. Ini bukan masalah yang bisa dianggap enteng, karena korban dan pelanggar masih hidup. Sekali lagi, ini terjadi pada akhir 1980-an, sekitar 30-40 tahun yang lalu. Ada banyak orang Korea, termasuk orangtuaku, yang dengan jelas mengingat peristiwa mengerikan ini dan bagaimana diktator ini akhirnya disingkirkan dari pemerintahan."
"Orang Korea ingin program ini berhenti syuting karena mungkin meremehkan gerakan yang dilakukan orang Korea untuk demokrasi sejati pada 1980-an, dan betapa buruknya pemerintah saat itu. Di antaranya, banyak nyawa muda tak berdosa diambil. Dan kerja keras yang mereka lakukan untuk demokrasi kita tidak boleh diremehkan atau menjadi subjek komedi," pungkas si penulis.
Postingan tersebut akhirnya mengumpulkan banyak tanggapan dari sesama pengguna Reddit yang menganggap pernyataan JTBC bermasalah. Terutama setelah pemahaman lebih dalam tentang latar belakang historis yang coba digunakan oleh "Snowdrop".
Selain itu, pengguna Twitter juga maju untuk melayangkan protes. Salah satu pengguna bahkan membagikan foto aktual dari Gerakan Mahasiswa Korsel 1987 untuk mengkritik penggunaan frasa "komedi hitam satir" yang digunakan oleh JTBC.
Pengguna lainnya berpendapat bahwa sinopsis "Snowdrop" berpotensi menimbulkan kesalahpahaman pemirsa asing terhadap sejarah Korsel. Karena itulah mereka akhirnya mengangkat masalah ini ke permukaan agar pemirsa asing dapat mengetahui realitanya.
Dengan meningkatnya kepekaan seputar ketidakakuratan historis dalam K-Drama, penonton Korsel semakin waspada dan terus menghubungi perusahaan produksi untuk memboikot "Snowdrop". Harapannya agar mereka dapat mencegah distorsi sejarah yang disiarkan secara luas di masa depan.
Sementara itu, naskah "Snowdrop" ditulis oleh Yoon Hyun Mi yang sebelumnya sukses besar dengan drama "SKY Castle". Selain Jung Hae In dan Jisoo, drama ini juga dibintangi oleh sejumlah nama besar seperti Kim Hye Yoon, Jang Seung Jo, Yoo In Na, Yoon Se Ah hingga Jung Yoo Jin.
(wk/eval)