Dirut Bulog Tegaskan Siap Serap Hasil Panen Raya Untuk Kebutuhan Jelang Ramadan
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

Pemerintah Indonesia telah membantah terkait dengan adanya isu impor beras sebanyak 1 juta ton. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bulog Budi Waseso.

WowKeren - Sebelumnya, publik dihebohkan dengan isu pemerintah Indonesia yang akan mengimpor beras sejumlah 1 juta ton di masa panen raya. Hal ini tentu saja mendapat perhatian publik, mulai petani padi hingga Direktur Utama (Dirut) Bulog.

Akan tetapi pemerintah Indonesia telah membantah akan hal tersebut. Hal ini dapat dilihat dari upaya Bulog dalam menyerap hasil panen raya petani Indonesia untuk dijadikan stok persediaan bahan pangan.

Sampai dengan hari ini, Senin (29/3), penyerapan beras yang dilakukan oleh pihak Bulog telah mencapai angka 200 ribu ton. Angka tersebut merupakan total penyerapan yang telah dilakukan sejak awal Maret.

Budi Waseso atau biasa disapa Buwas, selaku Dirut Bulog menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan akumulasi dari 10 ribu ton yang didapatkan setiap harinya. Untuk tiga hari ke depan, Buwas menargetkan perusahaan bisa menyerap hingga 30 ribu ton.


"Kami akan terus menyerap setiap hari, rata-rata kami menyerap 10 ribu ton per hari," ujar Buwas, Senin (29/3). "Jadi ini sekarang sudah 200 ribu ton, jadi tinggal tiga hari untuk bulan Maret ini, diperkirakan kami akan menambah 30 ribu ton."

Selain itu, Buwas juga memaparkan jika target 30 ribu ton hasil panen raya bisa tercapai, maka jumlah beras yang disediakan Bulog mencapai 1 juta ton. "Diperkirakan kita akan menambahkan 30 ribu ton, sehingga kita menguasai hari ini sudah 1 juta ton," paparnya.

Buwas menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan serapan hasil panen raya petani dalam negeri. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menyiapkan kebutuhan pangan dasar menjelang puasa dan lebaran tahun 2021.

"Saya ingin menyampaikan kesiapan Bulog dalam menghadapi kesiapan puasa tahun ini," pungkas Buwas. "Perlu saya sampaikan, karena kami punya tanggung jawab terhadap kesediaan masalah beras di seluruh Indonesia, maka perlu saya sampaikan pada kesempatan ini, bahwa sekarang sedang musim panen, kami punya kewajiban untuk menyerap hasil panen dari petani, panen telah dimulai pada awal Maret 2021."

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts