Gempa M 6,1 di Malang, BMKG: Patut Disyukuri Tak Menimbulkan Tsunami
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
Bencana Gempa 2021

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono juga menyebut bahwa kawasan selatan Malang kompleks lantaran hampir dua bulan sekali digoncang gempa.

WowKeren - Gempa dengan magnitudo 6,1 dilaporkan mengguncang Malang, Jawa Timur, dan wilayah sekitarnya pada Sabtu (10/4). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lantas menyatakan bahwa gempa tersebut berada di bawah zona megathrust.

"Gempa ini merupakan gempa menengah, yaitu adanya sebuah deformasi slip lempeng Australia yang tersubduksi tepat di zona Benioff, yaitu subduksi selatan Jawa Timur yang sudah mulai menukik," tutur Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam konferensi pers pada Sabtu. "Jadi ada di bawah zona megathrust ya."

Menurut Daryono, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hal ini, tutur Daryono, patut disyukuri mengingat zona sesar ini sensitif terhadap tsunami.

"Patut disyukuri dengan kedalaman 80 KM itu tidak menimbulkan tsunami," jelas Daryono. "Karena kalau melihat mekanisme sumbernya ini adalah sesar naik, jadi sebenarnya sensitif terhadap tsunami jika kekuatannya besar di atas M 7 dan memiliki kedalaman lebih dangkal."


Lebih lanjut, Daryono menyebut kawasan selatan Malang kompleks lantaran hampir dua bulan sekali digoncang gempa. Berdasarkan catatan sejarah, sudah ada beberapa gempa merusak yang terjadi di kawasan ini.

"Hampir dua bulan sekali terjadi gempa dirasakan. Dan kalau kita melihat catatan sejarah, di kawasan ini sudah mengalami gempa merusak beberapa kali di masa lalu," paparnya. "Seperti gempa yang terjadi pada tahun 1896, 1937, 1962, 1963, dan terakhir 1972."

Di sisi lain, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu pukul 18.00 WIB mencatat adanya enam orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat akibat gempa ini. Berdasarkan sebarannya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Lumajang. Kemudian dua orang meninggal dunia di antara wilayah Lumajang dan Kabupaten Malang, serta satu orang korban jiwa di Kabupaten Malang.

Sementara itu, gempa ini dilaporkan membuat atap Ruangan Cepaka di RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, mengalami kerusakan. Menurut Wadir Pelayanan dan Penunjang RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Herya Putra, kerusakan paling parah terjadi di ruang 3, 8 dan 11.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts