Inokulasi Tertinggal dari Negara Lain, Jepang Minta Pfizer Kirim Lebih Banyak Pasokan Vaksin
Reuters/Dado Ruvic
Dunia
Vaksin COVID-19

Inokulasi telah mencakup kurang dari 1 persen populasi. Proses yang lambat disebabkan karena kurangnya pasokan imbas pembatasan ekspor oleh Uni Eropa.

WowKeren - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga meminta perusahaan farmasi Amerika Serikat Pfizer Inc. untuk menambah pasokan vaksin COVID-19. Hal ini dilakukan dalam rangka mempercepat dorongan inokulasi di negaranya, yang tertinggal dari banyak negara lain.

Setelah mengadakan pembicaraan dengan Presiden Joe Biden di Gedung Putih, Suga mengakhiri kunjungannya ke Washington pada hari Sabtu (17/4) dengan panggilan telepon ke CEO Pfizer Albert Bourla. Taro Kono, seorang menteri kabinet yang ditugaskan untuk vaksinasi, mengatakan pada acara bincang-bincang televisi Jepang hari Minggu (18/4) bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan untuk itu.

Kepada Bourla Suga meminta pasokan tambahan yang akan mencakup semua penerima yang memenuhi syarat pada September. Ia juga memintanya memastikan pengiriman yang stabil dan cepat dari pengiriman vaksin yang sedang berlangsung.


Menurut para pejabat, Bourla memberi tahu Suga bahwa Pfizer berencana berkoordinasi erat dengan pemerintah Jepang untuk membahas permintaan tersebut. Sementara itu, Jepang yang saat ini masih dalam tahap awal pengembangan vaksin dalam negeri harus mengandalkan impor.

Pemerintah Negeri Sakura juga telah menandatangani perjanjian dengan Pfizer, AstraZeneca dan Moderna. Sedangkan vaksin Pfizer adalah satu-satunya yang disetujui Jepang sejauh ini. Pemerintah Jepang telah mengamankan 314 juta dosis vaksin untuk memenuhi kebutuhan seluruh populasinya pada akhir tahun ini. 144 juta dosis di antaranya adalah dari Pfizer.

Inokulasi dimulai pada pertengahan Februari dan telah mencakup kurang dari 1 persen populasi. Adapun proses yang lambat disebabkan karena kurangnya vaksin imbas pembatasan ekspor oleh Uni Eropa.

Sementara itu, meningkatnya kasus membuat pemerintah mengeluarkan status waspada untuk Tokyo dan sembilan prefektur perkotaan lainnya. Ini juga memicu keraguan apakah Olimpaide Tokyo akan tetap digelar.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts