Gereja di Barcelona Buka Pintu Bagi Umat Muslim untuk Beribadah Selama Bulan Ramadan
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia

Rektor Santa Anna Pastor Peio Sanchez mengatakan jika perbedaan agama dan budaya tidak seharusnya membatasi orang-orang untuk berbuat kebaikan, sebaliknya yakni menjadi pemersatu.

WowKeren - Barcelona telah memberlakukan pembatasan terkait pencegahan COVID-19 sehingga membuat penduduk Islam di sana tak bisa merayakan Ramadan di tempat-tempat tertutup. Namun hal itu bukan akhir dari segalanya. Sebab, sebuah gereja katolik di kota itu membuka pintunya bagi umat muslim untuk makan dan berdoa bersama di ruangan terbuka.

Setiap malam ada sekitar 50 dan 60 umat muslim datang berbondong-bondong ke lorong-lorong batu berusia berabad-abad di gereja Santa Anna. Banyak dari mereka adalah tunawisma. Di tempat itu, para sukarelawan menawarkan makanan rumahan yang lezat.

Salah seorang yang ikut hadir, mengatakan bahwa manusia adalah sama. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban untuk saling membantu satu sama lain.


"Kita semua sama. Jika Anda Katolik atau dari agama lain dan saya Muslim, tidak apa-apa," kata Hafid Oubrahim, seorang keturunan Berber Maroko berusia 27 tahun yang menghadiri makan malam itu. "Kita semua seperti saudara dan kita harus saling membantu juga."

Faouzia Chati, presiden Asosiasi Catalan Wanita Maroko, biasa mengatur pertemuan buka puasa di kota. Namun karena adanya pembatasan makan di dalam ruangan memaksanya untuk mencari ruang alternatif dengan ventilasi yang baik dan ruang untuk menjaga jarak. Sehingga dengan dibukanya pintu gereja untuk umat beragama lain melangsungkan ibadah, menurutnya sangat bagus.

"Orang-orang sangat senang umat Islam bisa berbuka puasa di gereja Katolik," kata Chati. "Karena agama berfungsi untuk mempersatukan kita, bukan untuk memisahkan kita."

Rektor Santa Anna Pastor Peio Sanchez mengatakan jika perbedaan agama dan budaya tidak seharusnya membatasi orang-orang untuk berbuat kebaikan. Sebaliknya, agama harusnya bisa menjadi pemersatu umat manusia. "Orang-orang sangat senang umat Islam bisa berbuka puasa di gereja Katolik, karena agama berfungsi untuk mempersatukan kita, bukan untuk memisahkan kita," kata Chati.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts