Menteri Agama Yaqut Cholil Ingin Pesantren Jadi Arus Baru Ekonomi
Instagram/gusyaqut
Nasional

Menteri Agama Yaqut saat ini telah meluncurkan Peta Jalan Kemandirian Pesantren yang diamanatkan oleh Presiden Jokowi. Yaqut menyebut bahwa pesantren akan menjadi basis baru arus ekonomi.

WowKeren - Pada Selasa (4/5), Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meluncurkan Peta Jalan Kemandirian Pesantren yang nantinya akan menjadi panduan untuk menciptakan pondok pesantren menjadi lebih berdaya. Peta tersebut merupakan mitigasi yang telah diamanatkan Presiden RI Joko Widodo.

Yaqut berharap dengan peta itu, pesantren bisa memiliki sumber daya ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Sehingga dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang optimal, terlebih saat pandemi COVID-19.

Menurut Yaqut, peta jalan itu merupakan upaya Kementerian Agama (Kemenag) dalam memperkuat jati diri pondok pesantren. Ia juga menginginkan ke depannya pesantren kian memiliki posisi strategis sebagai basis arus baru ekonomi. Maka dari itu perlu adanya dorongan agar potensi tersebut bisa lebih optimal, khususnya dalam memberdayakan masyarakat.

Yaqut menyebut ada tiga potensi yang dimiliki oleh pesantren sebagai basis arus ekonomi baru yakni potensi santri, masyarakat sekitar pesantren, dan zakat serta wakaf umat. Ketiga potensi itu lah yang menjadi dasar menjadikan pesantren sebagai arus baru ekonomi.


Untuk parameter pesantren mandiri dikuatkan dengan adanya usaha yang profesional guna mendukung operasional dan unit pendidikan secara terarah dan sistematis. Hadirnya pesantren itu diharapkan berdampak lebih luas dan mampu menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan serta pengangguran.

"Potensi pesantren dengan karakter kemandirian, daya juang dan kewirausahaan menjadi faktor penting dalam kesuksesan pemberdayaan ekonomi," terang Yaqut, dalam acara peluncuran Peta Jalan Kemandirian Pondok Pesantren, Selasa (4/5). "Karena pesantren itu satu komunitas besar."

Lebih lanjut, dalam mencapai tujuan besar itu diperlukan adanya sinergi di antara para pelaku seperti pemerintah, akademisi, pesantren, dan komunitas. Selain itu, dukungan kemajuan teknologi juga dibutuhkan dalam memperkuat kemandirian pesantren.

Dengan kolaborasi aktif itu, diharapkan pengembangan pesantren menuju kemandirian ekonomi umat bisa lebih cepat terwujud. Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani menyebut ada berbagai rangkaian Program Peta Jalan Kemandirian Pesantren dalam empat tahun ke depan.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts