Kasus COVID-19 Naik Lagi, Malaysia Izinkan Kunjungan Hari Raya Hingga Ziarah Makam
Unsplash/Esmonde Yong
Dunia
Ramadhan 2021

Data periode 31 Maret hingga 30 April menunjukkan tren kematian akibat COVID-19 di kalangan populasi muda Malaysia. Kapasitas tempat tidur rumah sakit juga dilaporkan semakin menipis.

WowKeren - Situasi COVID-19 di Malaysia dilaporkan memburuk dengan kapasitas tempat tidur rumah sakit yang semakin menipis. Malaysia melaporkan 3.120 kasus positif COVID-19 pada Selasa (4/5), sehingga jumlah kumulatif kasus positif di Negeri Jiran kini berada di angka 420.632.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah, mengungkapkan bahwa pada bulan April 2021 saja, tercatat ada ada penambahan 61.984 kasus infeksi virus corona dan 235 orang meninggal dunia. "Lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini antara lain disebabkan oleh kelelahan pandemi," tutur Noor Hisham dikutip dari The Star.

Selain itu, data periode 31 Maret hingga 30 April menunjukkan tren kematian akibat COVID-19 di kalangan populasi muda. Mengutip Free Malaysia Today, 10 dari 19 kasus kematian COVID-19 yang dilaporkan pada periode tersebut termasuk dalam kelompok usia 23-50 tahun.

Di tengah memburuknya situasi COVID-19, pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa Salat Id dan kunjungan silaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri pekan depan masih akan diperbolehkan. Namun demikian, kunjungan Idul Fitri tersebut tetap dibatasi dan harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Menteri Senior Keamanan Ismail Sabri Yaakob menyatakan bahwa kunjungan Hari Raya di wilayah yang masuk dalam Perintah Pengendalian Pergerakan (MCO) hanya akan diizinkan pada hari pertama Lebaran, yakni pada 13 Mei 2021. Jumlah orang dalam kunjungan tersebut juga dibatasi maksimal 15 orang dalam satu waktu.


Sementara untuk wilayah yang masuk dalam Perintah Pengendalian Pergerakan Kondisional (CMCO) dan Perintah Pengendalian Pergerakan Pemulihan (RMCO), kunjungan Hari Raya boleh dilakukan selama tiga hari mulai 13 hingga 15 Mei. Kunjungan tersebut dibatasi maksimal 20 orang untuk wilayah CMCO, dan 25 orang untuk wilayah RMCO.

"Ini juga tergantung pada ukuran rumah dan mengharuskan setiap orang untuk saling menjaga jarak," tutur Sabri dikutip dari Channel News Asia, Rabu (5/5). Sementara itu, warga di wilayah yang berstatus Perintah Pengendalian Pergerakan yang Ditingkatkan (EMCO) tidak diizinkan untuk melakukan kunjungan Hari Raya.

Sabri pun menyarankan agar tuan rumah kunjungan Hari Raya menyiapkan alat pemindai suhu dan menggunakan kode QR MySejahtera atau menyimpan buku catatan pengunjung. "Ini untuk memastikan keselamatan kita sebagai tuan rumah, dan jika ada kasus yang terkonfirmasi (COVID-19), kita bisa melakukan contact tracing pada semua pengunjung," papar Sabri.

Sementara itu, Sabri menjelaskan bahwa Salat Id diperbolehkan di seluruh wilayah yang tidak berstatus EMCO. Namun ia mengungkapkan bahwa masing-masing badan agama negara bagian akan menentukan jumlah maksimal jemaah dan protokol kesehatan lainnya yang diperlukan.

Ziarah makam juga diizinkan untuk area yang berstatus CMCO dan RMCO. Hanya saja, ziarah tersebut dibatasi enam pengunjung untuk setiap kuburan dan tidak boleh lebih dari 30 menit. Adapun acara open house Hari Raya dilarang secara nasional.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts