Tak Hanya Manusia, Singa Di India Dilaporkan Terkena COVID-19
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Jumlah angka kasus COVID-19 di India yang terus menerus naik menyebabkan ribuan orang meninggal setiap harinya. Rupanya virus COVID-19 di India tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan seperti singa.

WowKeren - Kasus COVID-19 di India saat ini memang sangat tinggi. India mengalami lonjakan kasus yang sangat tinggi hingga disebut sebagai "tsunami".

Virus COVID-19 di India ternyata tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan seperti singa. Sebanyak delapan ekor singa di Kebun Binatang Nehru, Hyderabad, India, dilaporkan positif terinfeksi virus COVID-19.

Dilansir dari Reuters, sejumlah dokter hewan kebun binatang tersebut awalnya merasa curiga terhadap seekor singa yang tampak mengalami gangguan pernapasan. Mereka lantas memeriksanya dan mengirim sampel cairan saluran pernapasan singa itu ke laboratorium pemerintah. Setelah diperiksa, rupanya singa tersebut positif COVID-19.

Meski demikian, sampai saat ini belum ditemukan bukti yang menyatakan hewan positif COVID-19 itu tertular dari manusia. "Berdasarkan pengalaman dengan kebun binatang di dunia yang mencatatkan kasus positif COVID-19 tahun lalu, belum ada bukti yang menyatakan hewan bisa menularkan penyakit itu atau sebaliknya," bunyi pernyataan Kementerian Lingkungan, Kehutanan dan Perubahan Iklim India.


Sementara itu, kondisi Kebun Binatang Nehru itu sendiri saat ini ditutup sementara. Kasus infeksi COVID-19 yang menimpa delapan singa itu terjadi di tengah hiruk pikuk lonjakan tinggi di India.

Informasi terbaru, jumlah kumulatif kasus positif COVID-19 di India sekarang telah menembus angka 20 juta per Selasa (4/5). 7 juta kasus di antaranya baru terkonfirmasi selama satu bulan terakhir.

Sejak akhir bulan April lalu, kasus COVID-19 harian yang dilaporkan India rata-rata mencapai 3 ribu. Berdasarkan informasi yang didapat, pandemi COVID-19 di India diperkirakan telah menewaskan rata-rata sekitar 120 orang per jam selama dua pekan terakhir.

Lonjakan yang terus menerus tinggi, membuat India mengalami kekurangan tempat tidur di rumah sakit, dokter, perawat ventilator, oksigen, hingga obat-obatan. Hampir satu bulan sejak kekurangan suplai tersebut dilaporkan, namun tetap tidak ada peningkatan dalam penyediaan kebutuhan itu.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts