Puluhan Juta Dosis Vaksin Menumpuk di Tengah Lambatnya Inokulasi Jepang
pexels.com/Polina Tankilevitch/Ilust
Dunia
Vaksin COVID-19

Jepang mulai mendorong warganya untuk melakukan vaksinasi pada Februari, namun kendala logistik, terutama tenaga kerja memperlambat laju kampanye ini.

WowKeren - Puluhan juta dosis vaksin COVID-19 menumpuk di Jepang seiring dengan persiapan negara itu untuk menyetujui dua suntikan dalam beberapa minggu ke depan. Sementara itu, progres inokulasi di Jepang masih lambat lantaran terhalang oleh masalah tenaga kerja dan logistik.

Diketahui, Jepang telah mengimpor 28 juta dosis vaksin COVID-19 Pfizer Inc (PFE.N) hingga akhir April. Namun sejauh ini hanya menggunakan 15 persen dari persediaan, dengan 24 juta dosis sisanya disimpan di dalam freezer.

NHK melaporkan pasokan vaksin Jepang akan meningkat tajam seiring dengan regulator yang bersiap untuk memutuskan pada 20 Mei tentang persetujuan suntikan yang dikembangkan oleh Moderna Inc (MRNA.O) dan AstraZeneca Plc (AZN.L). Batch pertama vaksin Moderna telah tiba dan diperkirakan 30 juta dosis suntikan AstraZeneca sedang disiapkan oleh mitra domestik lokal.


Pengiriman Pfizer juga akan dipercepat hingga lebih dari 35 juta dosis bulan ini dan berikutnya Jepang telah mengamankan vaksin dalam jumlah besar bahkan yang terbesar di Asia, ketika negara itu bersiap untuk Olimpiade di musim panas.

Hingga kini sudah ada lebih dari 4 juta dosis telah diberikan kepada petugas kesehatan dan orang tua. Meski demikian jika dibanding dengan negara-negara lainnya, inokulasi Jepang terbilang lambat. Negeri Sakura sejauh ini hanya melakukan vaksinasi ke 2,2 persen populasinya. Sedangkan pemerintah menargetkan inokulasi sebesar 36 juta orang lansia pada Juli mendatang.

Taro Kono, Menteri Penanggung Jawab Vaksin, mengatakan ada hambatan dalam sistem reservasi inokulasi dan permintaan di kota-kota besar telah melebihi kapasitas. "Pegawai pemerintah daerah benar-benar bekerja keras, begitu pula staf call centre. Jadi saya meminta masyarakat menahan diri untuk tidak mengeluh," ujarnya, Jumat (7/5).

Jepang mulai mendorong vaksinasi pada Februari, namun kendala logistik, terutama tenaga kerja memperlambat laju kampanyenya. Pemerintah sendiri sudah menugaskan Kementerian Pertahanan untuk mendirikan tempat inokulasi massal di Tokyo dan Osaka pada 24 Mei. Meski demikian, belum ada jadwal kapan masyarakat umum akan menerima suntikan.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts