Gubernur Jatim Khofifah Beri Klarifikasi Usai Viral Perayaan Ulang Tahun Diduga Timbulkan Kerumunan
Instagram/khofifah.ip
Nasional

Sang Gubernur Jawa Timur memberikan klarifikasinya usai heboh perayaan ulang tahunnya pada Rabu (19/5) kemarin yang disebut-sebut menimbulkan kerumunan. Seperti apa?

WowKeren - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjadi sorotan setelah viral acara perayaan ulang tahunnya pada Rabu (19/5) kemarin. Pasalnya pada kesempatan itu ulang tahun Khofifah tampak dirayakan dengan meriah, bahkan turut mengundang artis Ibu Kota Katon Bagaskara.

Tentu saja perayaan ulang tahun ini menjadi bulan-bulanan warga apalagi di tengah pandemi COVID-19. Menanggapinya, Khofifah pun kini memberikan klarifikasi sekaligus mengungkap permintaan maaf atas agenda yang menurutnya diselenggarakan tanpa sepengetahuannya.

"Semua persiapan tanpa sepengetahuan apalagi persetujuan saya. Berita yang muncul cenderung tidak faktual dan tidak obyektif," terang Khofifah lewat pernyataan tertulisnya, Sabtu (22/5).

Khofifah membantah adanya lagu dan ucapan ulang tahun. Bahkan dalam agenda tersebut tidak ada "ritual" seperti bersalaman, berjejer, berkerumun, hingga potong kue.

"Ada santunan yatim dan salawat nabi seperti kegiatan lainnya. Sebanyak sepuluh anak yatim dan dua orang tim salawat dengan enam orang rebana. Selesai acara mereka makan terus pulang," beber Khofifah.


Dalam kesempatan itu memang hadir beberapa tamu, termasuk Wagub Jatim Emil Dardak, namun tidak didampingi istri. "Saya tanpa putra, Sekda dan beberapa OPD semua tanpa pendamping sebanyak 31 orang. Ada band yang biasa dipakai latihan," tutur Khofifah.

Sementara penampilan Katon Bagaskara, menurut Khofifah, lantaran sehari sebelumnya sang musisi memang ada giat di Surabaya. Apalagi karena Katon sendiri merupakan teman dari Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono.

Katering yang digunakan pun selayaknya agenda biasa di Grahadi. Sedangkan untuk kapasitas tamu yang hadir, menurut Khofifah, jauh dari kapasitas maksimum Grahadi yang mencapai ribuan orang.

"Yang hadir 31 orang plus sepuluh anak yatim dan delapan tim salawat dengan rebana," papar sang mantan Menteri Sosial. Namun ia tetap meminta maaf lantaran pengambilan gambar dan video yang terkesan menunjukkan kerumunan saat perayaan ulang tahunnya.

"Tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD apalagi pesta ultah, jauh dari tradisi saya. Posisi berdiri ialah posisi jelang bubaran karena pada dasarnya undangan duduk. Kecuali tim katering dan bagian umum," kata Khofifah.

"Saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar- besarnya telah menjadikan suasana terganggu. Demikian, mohon maaf jika video yang beredar seolah kami tidak memperhatikan protokol kesehatan hal tersebut tidak benar sama sekali," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts