Pangeran Harry baru saja membagikan cerita perihal pengalamannya yang sempat mengalami gangguan kecemasan parah. Ia mengaku alkohol dan narkoba sempat menjadi pelariannya.
- Sisilia Rizky Azalea
- Sabtu, 22 Mei 2021 - 16:37 WIB
WowKeren - Pasangan kontroversial Pangeran Harry dan Meghan Markle memang tak ada hentinya mendapatkan sorotan publik. Setiap tindakan serta pernyataan yang keluar dari mulut Pangeran Harry dan Meghan sering kali menjadi perbincangan hangat publik.
Salah satunya yakni saat Meghan dan Pangeran Harry berbagi sederet fakta mengejutkan mengenai keluarga kerajaan Inggris kepada publik. Sederet pernyataan mengejutkan itu dibagikan Meghan dan Pangeran Harry secara langsung melalui wawancara bersama Oprah Winfrey.
Alhasil, wawancara Meghan dan Pangeran Harry bersama Oprah menimbulkan banyak pro dan kontra di antara masyarakat dari berbagai belahan dunia. Akibatnya, anggota kerajaan Inggris juga ramai dikecam sebagai keluarga yang rasis.
Film dokumenter Pangeran Harry yang berjudul "The Me You Can't See" bersama Oprah Winfrey pun juga baru saja dirilis. Sejumlah fakta mengejutkan tentang kehidupan pribadi Pangeran Harry sebelum menikahi Meghan pun satu persatu terungkap di depan publik.
Seperti yang diketahui, Pangeran Harry sempat memiliki gangguan kecemasan parah pasca sang ibunda, Putri Diana meninggal dunia. Saat hal itu terjadi, Pangeran Harry mengaku akan mulai berkeringat dan merasakan hal tak nyaman dalam dirinya.
"Saya akan mulai berkeringat. Saya akan merasa seolah-olah suhu tubuh saya dua atau tiga derajat lebih hangat daripada semua orang di ruangan itu," terang Pangeran Harry. "Saya akan meyakinkan diri saya sendiri bahwa wajah saya merah padam, dan oleh karena itu semua orang dapat melihat bagaimana perasaan saya, tetapi tidak ada yang tahu mengapa. Jadi, itu memalukan."
Sementara itu serangan panik dan gangguan kecemasan semakin parah saat usia Pangeran Harry menginjak angka 28 hingga 32 tahun. Bahkan Pangeran Harry secara terang-terangan ingin melampiaskan rasa panik dan kecemasannya itu melalui alkohol dan narkoba.
Hingga pada akhirnya, Pangeran Harry mulai sadar dan mengurangi kebiasaan alkohol dalam hidupnya. Ia pun secara blak-blakan mengungkapkan alasan di balik sikapnya yang suka mengonsumsi alkohol.
Kendati suka mengonsumsi alkohol, Pangeran Harry mengaku tak menikmatinya. Ia hanya berusaha menutupi sesuatu yang tengah mengganggu hati dan pikirannya lantaran tak bisa mengungkapkan perasaannya di depan publik.
"Saya mau minum, mau pakai narkoba, serta berusaha melakukan hal-hal yang membuat saya merasa kurang enak," pungkasnya. "Tapi saya perlahan-lahan menyadari bahwa, OK, saya tidak minum dari Senin sampai Jumat, tapi saya mungkin akan minum selama seminggu dalam satu hari pada hari Jumat atau Sabtu malam. Saya mendapati diri saya minum bukan karena saya menikmatinya, tetapi karena saya mencoba menutupi sesuatu."
(wk/Sisi)