Ji Soo Tegaskan Tak Lakukan Pelecehan Seksual Masa Sekolah dan Seret Masalah ke Hukum
Instagram/actor_jisoo
Selebriti
Isu Bullying Artis Korea

Kini tak lagi berada di bawah naungan agensi, pihak Ji Soo kembali menegaskan bahwa rumor melakukan pelecehan seksual di masa sekolah tidak benar dan akan menyeret masalah ke hukum.

WowKeren - Pemberitaan mengenai kasus perudungan yang melibatkan sederet selebriti Korea Selatan memang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu. Aktor Ji Soo menjadi salah satu yang dituding telah melakukan perudungan hingga pelecehan seksual kala masih sekolah.

Ji Soo pun akhirnya mengakui bahwa ia memang pernah menjadi pelaku perudungan ketika masih duduk di bangku sekolah. Namun, ia membantah mengenai tudingan melakukan pelecehan seksual.

Atas kontroversinya, Ji Soo akhirnya keluar dari drama "River Where The Moon Rises" dan digantikan oleh Na In Woo. Ji Soo dan mantan agensinya, KeyEast Entertainment pun dituntut mengganti rugi sebesar 3 miliar won atau setara dengan sekitar 38,3 miliar rupiah.

Kemarin, Rabu (26/5) rumah produksi "River Where The Moon Rises" mengungkapkan bahwa KeyEast Entertainment tidak menunjukkan niat untuk mengganti rugi. Namun, anak perusahaan SM Entertainment tersebut membantah dan menyebutkan menanti hasil pengadilan.

Hari ini, Kamis (27/5) KeyEast pun mengumumkan bahwa kontrak bersama dengan Ji Soo telah resmi diberhentikan. Sehingga, saat ini Ji Soo menjadi aktor independen yang tak memiliki agensi.

Ji Soo akhirnya kembali bicara mengenai rumor pelecehan seksual melalui kuasa hukumnya. Aktor tersebut memastikan hal tersebut tidak benar dan akan membawa pelaku penyebar rumor jahat ke hukum.


"Sebagai perwakilan hukum aktor Ji Soo, firma hukum kami membagi posisi klien kami sebagai berikut," ungkap firma hukum Shin & Kim.

"Ketika tuduhan kekerasan di sekolah dilontarkan, klien tersebut langsung mengunggah permintaan maaf dengan tulisan tangan di media sosialnya dan menjangkau orang-orang yang dapat dihubungi untuk secara pribadi meminta maaf kepada mereka," terang mereka.

Kuasa hukum Ji Soo menambahkan, "Ada beberapa klaim yang dibuat berbeda dari kebenaran atau sepenuhnya salah, tetapi untuk menunjukkan bahwa ia merefleksikan perilaku masa lalunya, klien tidak mengambil tindakan apa pun terhadap klaim tersebut. Namun, klaim yang jelas-jelas salah, seperti tuduhan bahwa dia 'adalah pelaku kejahatan seksual', diperluas dan dibagikan secara online, dan sementara klien tetap diam dan merenungkan dirinya sendiri, klaim yang tertulis di atas diterima sebagai jika itu benar."

Kuasa hukum Ji Soo mengungkapkan bahwa kliennya tidak hanya akan mempermasalahkan penyebaran rumor terkait dengan pelecehan seksual saja. Ji Soo juga akan menjadikan kasus pidana untuk pencemaran nama baik lainnya di masa depan.

"Akibatnya, klien telah mengajukan pengaduan pidana atas pencemaran nama baik untuk mengoreksi informasi palsu dan mengungkap kebenaran. Investigasi terhadap orang-orang yang mengunggah pernyataan palsu tersebut saat ini sedang berlangsung. Selain itu, klien akan terus aktif mengambil tindakan hukum terhadap orang-orang yang mencemarkan nama baiknya dengan mengunggah informasi palsu atau mengutuk dan menghinanya dengan kata-kata yang tidak dapat diucapkan" terang kuasa hukum Ji Soo.

"Kami mohon maaf karena membuat banyak orang khawatir lagi karena pengajuan pengaduan pidana ini," tutup firma hukum tersebut.

(wk/alfa)

You can share this post!

Related Posts