Sebagai informasi, pakar kesehatan AS Dr. Anthony Fauci sebelumnya berpandangan bahwa COVID-19 kemungkinan besar disebabkan oleh penularan virus dari hewan ke manusia.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 27 Mei 2021 - 16:37 WIB
WowKeren - Pakar kesehatan Amerika Serikat (AS), Dr. Anthony Fauci, dibanjiri kritik dari media milik negara Tiongkok. Kritik tersebut datang usai Fauci menyatakan bahwa dirinya tak lagi yakin pandemi COVID-19 muncul secara alami.
Mengutip CNN, Hu Xijin selaku pemimpin redaksi Global Times yang merupakan media negara Tiongkok menulis opini bertajuk "Para elit AS semakin merosot dalam moralitas, dan Fauci adalah salah satunya" pekan ini. Dalam artikel tersebut, Hu menuding Fauci telah "menyebarkan kebohongan besar terhadap Tiongkok" dengan menggembar-gemborkan teori bahwa virus corona bocor dari laboratorium Wuhan.
Sebagai informasi, Fauci sebelumnya berpandangan bahwa COVID-19 kemungkinan besar disebabkan oleh penularan virus dari hewan ke manusia. Namun pandangan Fauci tampaknya bergeser belakangan ini.
"Saya pikir kita harus terus menyelidiki apa yang terjadi di China sampai kita terus menemukan dengan kemampuan terbaik kita apa yang terjadi," tutur Fauci pada 11 Mei 2021 lalu. "Tentu saja, orang-orang yang menyelidikinya mengatakan kemungkinan besar kemunculan (virus) dari reservoir hewan yang kemudian menginfeksi individu, tetapi itu bisa jadi sesuatu yang lain, dan kami perlu mencari tahu. Jadi, Anda tahu, itulah alasan mengapa saya mengatakan saya sangat mendukung penyelidikan apa pun yang menyelidiki asal-usul virus."
Komentar Fauci yang merupakan Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS tersebut senada dengan laporan eksklusif Wall Street Journal yang mengutip laporan intelijen AS. Laporan tersebut mengatakan bahwa tiga peneliti dari Institut Virologi Wuhan sakit pada November 2019 sehingga mereka mencari perawatan di rumah sakit. Jika benar, laporan itu dinilai dapat menguatkan seruan perlunya penyelidikan lebih lanjut terkait apakah virus corona mungkin telah lolos dari laboratorium Tiongkok.
Pihak Tiongkok sendiri membantah keras laporan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, mengatakan laporan itu "sama sekali tidak konsisten dengan fakta" dan seorang direktur di lab menyebut laporan itu "benar-benar bohong."
Sementara itu, media milik pemerintah Tiongkok mengecam Fauci. Ia disebut telah bergabung dalam "perang opini melawan Tiongkok".
Fauci lantas mengklarifikasi pernyataannya. Kepada koresponden CBS News, Weijia Jiang, Fauci menyatakan bahwa pendapatnya tentang asal-usul COVID-19 tidak berubah dan ia masih percaya bahwa asal usul virus dari alam "sangat mungkin terjadi".
"Karena tidak ada yang 100 persen yakin, dia (Fauci) terbuka untuk penyelidikan menyeluruh," terang Jiang. "Dr. Fauci mengatakan itu tidak berarti dia percaya virus pertama kali muncul di laboratorium, seperti yang diisyaratkan beberapa orang."
Sebelumnya, Fauci telah berulang kali mengkritik penanganan pandemi COVID-19 di era pemerintahan Presiden Donald Trump. Kala itu, media pemerintah Tiongkok pun memuji Fauci atas profesionalisme dan keberaniannya untuk mengungkapkan kebenaran.
(wk/Bert)