Satgas Ungkap Ada Penurunan Kasus COVID-19 Pascalebaran 2021
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia hingga kini masih terus berjuang menghadapi pandemi COVID-19. Perjuangan itu pun mulai terlihat dengan adanya penurunan kasus pascalebaran 2021.

WowKeren - Angka kasus COVID-19 Di Indonesia mengalami kenaikan dalam dua pekan pascalebaran 2021. Meski demikian, angka kenaikan itu mengalami penurunan dibandingkan dengan pascalebaran tahun sebelumnya.

Penurunan angka kasus COVID-19 pascalebaran 2021 turut membuat perkembangan pandemi tahun ini lebih baik. Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa perbandingan kenaikan kasus COVID-19 tahun 2020 mencapai 65,55 persen. Sedangkan kenaikan pada tahun 2021 mencapai 56,6 persen per 31 Mei.

"Jika dilihat dari perkembangan kematian tahun 2020, angkanya sebesar 66,34 persen," terang Wiku dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6). "Sementara itu, di tahun 2021, penurunan angka kematian sebesar 3,52 persen."

Berdasarkan data perbandingan tersebut, Wiku menegaskan bahwa dampak kenaikan kasus yang ditimbulkan dalam dua pekan pascalebaran 2021, tidak setinggi pada Idul Fitri 2020. Bahkan angka kematian mengalami penurunan pascalebaran tahun ini. "Lalu data perkembangan dari lima besar provinsi, persentase kenaikan kasus COVID-19 lebih rendah dibandingkan tahun lalu," imbuhnya.


Seperti yang diketahui, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik 2021. Dalam menerapkan kebijakan tersebut, pemerintah melakukan penyekatan di setiap wilayah perbatasan atau yang biasa dilewati pemudik. Di setiap pos penyekatan juga disediakan tes COVID-19.

Kebijakan pemerintah tersebut turut membuat kasus COVID-19 pascalebaran 2021 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, meski tidak berhasil seratus persen. Wiku mengatakan meski kenaikan kasus COVID-19 di Jawa Tengah tetap menduduki urutan pertama dua pekan pascalebaran 2020 dan 2021, persentase tahun ini lebih rendah.

Selain itu, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan yang berada di urutan kedua dan ketiga pada 2020, tahun ini sama sekali tidak masuk ke dalam lima besar provinsi dengan kenaikan kasus COVID-19 tertinggi. Hal ini tentunya menunjukkan adanya penurunan kasus COVID-19, baik selama lebaran maupun pascalebaran 2021.

"Melihat pencapaian ini, apresiasi diberikan kepada masyarakat dan pemerintah daerah karena telah belajar beradaptasi selama satu tahun," tandas Wiku. "Ini modal kita ke depan selama kondisi pandemi."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts