Kasus Langka Flu Burung H10N3 Ditemukan di Tiongkok, Mungkinkah Jadi Wabah Baru?
Pixabay/PIRO4D
Dunia

Tiongkok mengonfirmasi temuan kasus perdana infeksi flu burung H10N3 pada seorang pria berusia 41 tahun. Lantas adakah potensi kasus ini menjadi wabah baru?

WowKeren - Tiongkok kembali menjadi sorotan usai melaporkan temuan kasus flu burung langka dari virus H10N3. Sebagai informasi, biasanya virus ini menular di sesama hewan unggas dan infeksi pada seorang pria berusia 41 tahun yang dikonfirmasi Selasa (1/6) kemarin adalah kasus pertama di dunia.

Lantas adakah potensi kasus flu burung ini menjadi wabah penyakit baru di dunia? Berdasarkan analisis yang dilakukan, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Tiongkok menilai kecil kemungkinan virus H10N3 bisa menyebar menjadi wabah baru di dunia.

Analisis ini diperkuat dengan pernyataan CDC Amerika Serikat. "Ketika virus flu burung menular dari unggas ke manusia, biasanya mereka tidak bisa menyebar di kalangan manusia. Kalaupun menyebar antarmanusia, transmisinya sangat terbatas, tidak efisien, dan tidak berkelanjutan," demikian kutipan pernyataan CDC AS soal kemampuan penularan virus flu burung.

Bahkan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengklaim bahwa virus ini belum ditemukan di ayam yang notabene merupakan unggas yang awam dimakan manusia. Kebanyakan unggas yang terinfeksi H10N3 adalah burung liar hingga itik.


Meski demikian, kewaspadaan terhadap virus H10N3 tetap harus ditingkatkan. CDC AS menuturkan dalam beberapa kesempatan langka, bisa jadi virus flu burung tersebut bertransmisi di kalangan masyarakat.

Melansir Live Science, sudah beberapa kali kasus flu burung dilaporkan mewabah di dunia. Misalnya virus H7N9 yang pada rentang tahun 2016-2017 menewaskan hingga lebih dari 300 orang, demikian dikutip dari Science Magazine, Kamis (3/6). Bahkan virus H7N9 ini disebut-sebut menyebabkan tingkat kefatalan penyakit sampai 40 persen.

Sedangkan yang terbaru pada awal 2021, Rusia juga melaporkan "lompatan" infeksi virus flu burung H5N8 dari unggas ke manusia. Setidaknya ada 7 pekerja peternakan yang terdeteksi terinfeksi virus H5N8, meski tak ditemukan bukti transmisi dari manusia ke manusia. Sehingga ketujuh pekerja peternakan ini terinfeksi virus flu burung akibat paparan langsung dari unggas ke manusia.

Di sisi lain, temuan kasus positif infeksi H10N3 sudah disikapi otoritas kesehatan Tiongkok dengan melakukan penelusuran di Jiangsu, tempat asal sang pasien. Namun hingga kini Tiongkok tidak melaporkan temuan baru kasus H10N3, sedangkan sang pasien sudah dalam kondisi stabil dan siap dipulangkan dari rumah sakit.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait