COVID-19 Meningkat di Bangkalan, Tes Massal di Suramadu Temukan 70 Orang Positif Antigen
Pixabay
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, menyatakan hingga Minggu (6/6) malam ada 70 orang yang dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test antigen.

WowKeren - Meningkatnya kasus virus corona (COVID-19) di Bangkalan, Madura, membuat Jembatan penghubung Surabaya-Madura (Suramadu) sempat disekat. Tes COVID-19 massal dilakukan bagi setiap orang dari arah Madura yang hendak menuju ke Surabaya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, menyatakan hingga Minggu (6/6) malam ada 70 orang yang dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test antigen. Sedangkan 17 orang di antaranya dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil tes swab PCR.

"Tadi ada 2.400 lebih yang di-rapid (tes antigen). Yang positif antigen 70 orang," paparnya kepada Radio Suara Surabaya. "Dan 17 orang di antaranya positif (COVID-19 hasil PCR)."

Menurut Heru, sejumlah pemangku kebijakan di Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya berkumpul di Kantor Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS) pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Heru menuturkan bahwa pergerakan warga dari Madura harus dibatasi.


"Ada pak Wakapolda, Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) dan Bu Gubernur Jatim (Khofifah Indar Parawansa). Suramadu masih dibuka dua arah. Malam ini sudah lancar," paparnya. "Tidak ada lockdown di Madura dan kami sedang rapatkan langkah antisipasi pergerakan (orang) dari Madura ke Surabaya. Intinya pergerakan warga dari Madura harus dibatasi, tapi tidak ada lockdown."

Menurut Kepala Satker BBPJN VIII untuk wilayah Suramadu, antrean panjang kendaraan di Jembatan Suramadu yang terbentuk akibat penyekatan berbahaya. Rapat tersebut pun membahas penanganan yang tidak membuat antrean panjang kendaraan terjadi.

Hasil kesepakatan dengan Wakil Bupati Bangkalan menyatakan bahwa warga Bangkalan yang hendak pergi ke Surabaya harus dapat menunjukkan surat negatif rapid test antigen. Adapun kepadatan lalu lintas yang sempat terjadi di Jembatan Suramadu disebutnya telah terurai.

"Malam ini dan besok pagi akan kami rapatkan, bagaimana mendesain supaya arus perjalanan orang ini tetap baik tapi masih bisa memproteksi penyebaran COVID-19," pungkasnya. "Nanti akan ada imbauan untuk setiap daerah di Jatim agar melakukan pemeriksaan tes usap."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts