Malaysia Cetak 'Rekor Baru' Laporkan Lebih Dari 6 Ribu Kasus COVID-19
pixabay.com/ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Malaysia membuatnya mencetak rekor baru. Malaysia melaporkan lebih dari 6 ribu kasus COVID-19, termasuk dari klaster baru yang ditemukan.

WowKeren - Pandemi COVID-19 masih bertahan di negara-negara dunia, termasuk Malaysia. Seperti yang diketahui, saat ini Malaysia tengah mengalami lonjakan kasus COVID-19 yang signifikan.

Pada Minggu (6/6), Malaysia melaporkan lebih dari 6 ribu kasus baru COVID-19. Angka tersebut merupakan rekor bagi Malaysia melaporkan kasus COVID-19 selama 13 hari berturut-turut.

Adapun sejumlah kota di Malaysia yang turut menyumbang kasus COVID-19 yakni Selangor sekitar sepertiga dari infeksi baru dengan 2.178 kasus. Kemudian di Kuala Lumpur sebesar 415 kasus, di Johor sebanyak 565 kasus. Selanjutnya, Sarawak dan Sabah masing-masing melaporkan ada 600 dan 305 kasus.

Saat ini ada rekor 890 pasien di unit perawatan intensif dengan 444 yang membutuhkan alat bantu pernapasan. Sementara itu, otoritas kesehatan Malaysia berulang kali telah memperingatkan bahwa rumah sakit dan unit perawatan intensif di seluruh negeri sedang berjuang untuk mengatasi masuknya pasien COVID-19.

Selain itu, Kementerian Kesehatan Malaysia juga mengumumkan 87 kematian akibat COVID-19 yang terdiri dari 84 warga lokal dan sisanya warga negara asing. Usia rata-rata korban yakni antara 33 hingga 89 tahun.


Enam di antara pasien yang meninggal akibat COVID-19 itu diklasifikasikan sebagai "dibawa mati" karena mereka tidak meninggal di rumah sakit. Salah satunya adalah pria berusia 35 tahun di Penang.

Lebih lanjut, tiga puluh klaster baru juga berhasil diidentifikasi sehingga menjadi rekor baru. Sedangkan jumlah total klaster aktif di Malaysia menjadi 713 kasus.

Adapun yang termasuk dari klaster baru adalah tempat kerja, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Kemudian berasal dari klaster yang dianggap sebagai kelompok berisiko tinggi yakni pertemuan keagaamaan dan pusat penahanan.

Pada Sabtu (5/6), Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah menegaskan kembali bahwa Malaysia diprediksi bisa melaporkan kasus COVID-19 hingga 13 ribu per hari di pertengahan Juni nanti. Hal itu bisa dihindari apabila seluruh masyarakat menerapkan protokol kesehatan dan langkah-langkah keamanan dengan disiplin.

Hingga Minggu (6/6) kemarin, Malaysia telah melaporkan total sebanyak 616.815 kasus COVID-19. 86.628 di antaranya merupakan kasus aktif. Kemudian ada 3.378 kasus kematian sejak awal pandemi menyerang Malaysia.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts