Singapura-Hong Kong Kembali Bahas Travel Bubble Usai Ditunda Akibat Lonjakan Kasus COVID-19
Wikimedia Commons/Bjørn Christian Tørriss
Dunia
Pandemi Virus Corona

Diketahui, gelembung perjalanan ini sedianya akan dibuka pada 26 Mei. Namun karena situasi COVID-19 memburuk di Singapura maka rencana tersebut terpaksa ditangguhkan.

WowKeren - Singapura dan Hong Kong akan meninjau pengaturan gelembung perjalanan (travel bubble) udara mereka pada awal Juli. Hal tersebut sebagaimana dikatakan oleh Kementerian Transportasi (MOT) pada Kamis (10/6).

Diketahui, rencana gelembung perjalanan ini sedianya akan dibuka pada 26 Mei lalu. Namun karena situasi COVID-19 kian memburuk di Singapura maka rencana tersebut terpaksa ditangguhkan.

Sejak itu, jumlah kasus komunitas dan kasus lokal COVID-19 yang tidak terkait di Singapura menunjukkan tren penurunan. Begitu juga di Hong Kong. Situasi COVID-19 di sana juga terus stabil, dengan sangat sedikit kasus komunitas selama beberapa minggu terakhir.

Menteri Transportasi Singapura S. Iswaran dan Menteri Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Hong Kong Edward Yau "telah mempertahankan kontak dekat dan sepakat bahwa kedua belah pihak akan meninjau situasi pada awal Juli, sebelum membuat keputusan mengenai target tanggal peluncuran penerbangan gelembung perjalanan udara," kata MOT dalam sebuah pernyataan.


Pada konferensi pers gugus tugas multi-kementerian tentang COVID-19 pada hari Kamis, Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong mengatakan dia telah berdiskusi dengan rekannya dari Hong Kong. Mereka berdua mengakui bahwa penting bagi kedua belah pihak untuk menempatkan langkah-langkah manajemen yang aman agar perjalanan dapat dibuka. Dalam hal ini, vaksinasi memainkan peranan yang amat penting.

"Salah satu langkah kuncinya adalah benar-benar meningkatkan tingkat vaksinasi kami," ujarnya. "Begitu kami memiliki tingkat vaksinasi yang sangat tinggi, maka itu membuka lebih banyak kemungkinan dan menawarkan fleksibilitas yang lebih besar, bahkan dalam perjalanan internasional."

Ia melanjutkan jika diskusi ini tentu memerlukan waktu. Yang jelas, upaya vaksinasi akan terus dilakukan hingga mencapai target yang diinginkan untuk memberikan rasa aman.

"Diskusi terus berlanjut, tetapi saya pikir itu akan membutuhkan waktu, terutama sampai kami dapat meningkatkan tingkat vaksinasi kami," jelasnya lagi. "Kemudian ini akan memberi kami kepercayaan diri dan fleksibilitas yang lebih besar dalam menerapkan gelembung perjalanan udara."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts