Pandji Pragiwaksono Ngaku Sempat Tak Percaya Tuhan, Gara-gara Idolakan Sosok Ini
Instagram/pandji.pragiwaksono
Selebriti

Pandji Pragiwaksono menceritakan kisah masa lalunya yang tak banyak diketahui publik, bahkan ayahnya sendiri. Kepada Daniel Mananta, Pandji blak-blakan mengaku sempat tak percaya keberadaan Tuhan.

WowKeren - Tak banyak yang tahu kisah hidup masa lalu seorang Pandji Pragiwaksono. Menjadi komika sukses dan terkenal sekarang, siapa sangka Pandji dulu sempat tak percaya Tuhan alias Atheis.

Ketidakpercayaan Pandji terhadap Tuhan bukan karena dilandasi kebencian, melainkan pengaruh dari tokoh idolanya. Sayangnya sosok idola Pandji ini bukanlah seorang superstar, melainkan teman satu kompleknya.

"Gue sih sebelumnya sempat nggak percaya sama Tuhan. Tapi saat itu idola gue nggak percaya Tuhan. Dia bukan superstar, tapi teman gue satu komplek," ungkap Pandji di kanal YouTube Daniel Mananta, Kamis (10/6).

Awalnya Pandji mengenal teman yang dia idolakan itu karena satu tim dalam permainan bola basket. Meski beda sekolah, keduanya tetap akrab dan sering berdiskusi. Pandji kala itu masih SMP, sementara temannya lebih tua darinya dan duduk di bangku SMA.

"Terus kita ngomong panjang lebar terus dia cerita kalau nggak percaya sama Tuhan. Terus gue akhirnya berteman sama dia dan tidak percaya juga pada Tuhan. Tapi gue nggak bilang," katanya lagi.


Rasa tidak percaya pada Tuhan ini terus berlangsung sampai Pandji menempuh pendidikan kuliah. Pandji mengaku jika saat itu dirinya tetap melakukan kebiasaan yang dilakukan oleh seorang muslim, seperti salat Jumat dan lain sebagainya.

"Gue nggak percaya Tuhan sampai gue kuliah kayaknya. Maksudnya ngakunya sih Islam, Jumatan sih Jumatan, tapi nggak pernah ngerasain ada (kehadirannya), cuma biar nggak ada tekanan sosial aja. Biar nggak dianggap aneh gitu," jelasnya. "Tapi nggak pernah ngerasa ada dampaknya gitu, nggak pernah ngerasa ada manfaatnya."

Hingga pada akhirnya, ada satu momen yang mengembalikan iman Pandji. Hal itu adalah saat sang ayah mengunjungi dirinya dan membawakan sebuah buku. Buku tersebut ditulis oleh Quraish Shihab dengan judul "Mukjizat Al-Quran".

Di saat membaca buku itulah, Pandji akhirnya merasakan keberadaan Tuhan. Sejak saat itu, ia tak memungkiri jika Allah memang benar ada. "Jadi semua yang gue pertanyakan sejak SMP sampai SMA, itu terjawab di situ," ucap Pandji.

Pandji pun merasa Tuhan selalu melihat segala pergerakannya. Dari hati paling dalam, ia ingin lebih baik sebagai orang yang beragama, yaitu meningkatkan keimanan dan amal ibadah.

(wk/lara)

You can share this post!

Related Posts