Kerap Jadi Panutan, Marsha Tengker Bahas Soal Gaya Parenting Hingga Cara Tumbuhkan Karakter Anak
instagram/cacatengker
Selebriti

Kerap dipuji memiliki gaya parenting yang hebat, Marsha Tengker adik Nagita Slavina akhirnya beber caranya bisa tumbuhkan karakter anak yang berani dan kritis.

WowKeren - Nama Marsha Tengker atau Caca Tengker memang sudah tak asing lagi di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Adik Nagita Slavina ini kerap menjadi buah bibir khususnya tentang gaya parenting dalam membesarkan anak-anaknya.

Seperti diketahui bahwa belum lama ini putri sulung Caca Tengker sempat menjadi buah bibir. Gadis cilik bernama Ansara ini membuat takjub gara-gara sikap sopan santunnya. Karena hal itu pula gaya pareting Caca ramai dipuji panutan.

Rupanya diakui Caca jika dirinya kerap mendapatkan pertanyaan tentang hal itu. Kini ia pun memberikan jawaban seraya membeberkan caranya menumbuhkan karakter positif dalam diri sang putri.

Kalo banyak yang nanya ke aku soal parenting pengen tau gimana caranya bikin anak jadi anak yang penurut kayanya tujuannya masih belum sejalan sama aku,” tegas Caca Tengker. “Menurutku untuk bikin karakter Mba Ansara yang berani, yang berpendirian kuat, mampu berpikir kritis, dan bebas mengekspresikan dirinya memang ga bisa kalau selalu aku menuntut untuk dia jadi anak yang nurut. Wajar ketika dia mempertanyakan aturan yang aku berikan atau kekeuh sama keinginannya.


Selama itu ga membahayakan kadang aku biarkan Mba Ansara untuk mengikuti kemauannya, tujuannya agar dia belajar sendiri sebab-akibat, ga hanya aku kasih tau aja. Kalau Mba Ansara sudah paham akibatnya kadang ga perlu aku kasih tau lagi. Tapi kalau belum ya aku coba kasih pengertian terus,” jelasnya. “Emang ga bisa sekali atau dua kali, kadang seribu kali sampe rasanya mau abis kesabaran juga belum tentu berhasil. Tapi balik lagi aku coba ingetin ke diri aku sendiri kalo ini proses belajarnya Mba Ansara, proses belajar aku juga untuk memahami dia sebagai individu sendiri yang punya keinginan, kemampuan, dan jalannya sendiri.

Caca menegaskan jika hal itu tak berarti dirinya tak pernah merasa kesal saat sang putri kekeh atau “ngeyel”. Namun ia terus mengingatkan diri sendiri jika pemikiran yang sama yakni berpegang teguh dengan kemauan juga mungkin dimiliki oleh sang putri.

Selanjutnya Caca menyebutkan poin lain yang tak kalah penting dalam gaya parenting-nya adalah menerima semua emosi yang ditunjukkan sang putri baik itu kebahagiaan, kekesalan hingga kesedihan.

Yang menurutku penting juga adalah menerima semua emosi yang Mba Ansara tunjukkin. Boleh kok kesel, marah, takut, sama seperti boleh juga menunjukkan perasaan senang. Perasaan itu juga bagian dari dirinya, yang kalau di awal kehidupannya ga diterima sama Ibunya mungkin nanti dia juga ada kesulitan belajar untuk menerima perasaannya,” papar Caca.

Menurutnya hal ini jelas bisa dirasakan oleh siapapun bahkan orang dewasa sekalipun. “Kitapun orang dewasa suka sebel ga sih kalo dibilang ga boleh sedih, ga boleh takut, seolah-olah hidup itu harus seneng aja doang. Yang bikin seneng itu ada juga karena kita pernah ngerasain perasaan lain, ada sedih, ada marah, ada takut juga. Yuk sama-sama mulai terima perasaan yang ada di diri kita. Abis diterima baru deh kita bisa coba kelola biar ekspresinya tidak merugikan diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.

(wk/sept)

You can share this post!

Related Posts