2 Gereja Katolik Terbakar Habis di Kanada, Terkait dengan Penemuan 200 Rangka Siswa?
pixabay.com/RonaldPlett
Dunia

Penyelidikan terkait kebakaran ini tengah dilakukan. Jika memang kebakaran ini adalah sesuatu yang disengaja maka pihak terkait akan mencari tahu semua kemungkinan motif.

WowKeren - Layanan kepolisian nasional Kanada mengatakan dua gereja Katolik Roma di tanah First Nations terbakar. Kebakaran terlihat pada Senin (21/6) pagi, yang merupakan Hari Masyarakat Adat Nasional di Kanada.

Insiden itu terjadi di provinsi British Columbia di mana kurang dari sebulan yang lalu ditemukan sisa-sisa kerangka dari jasad ratusan anak yang dikuburkan di bekas bangunan sekolah. Penemuan ini menyalakan kembali kemarahan atas Kanada dan perlakuan Gereja Katolik terhadap penduduk asli.

Sersan Jason Bayda, juru bicara Royal Canadian Mounted Police (RCMP) untuk wilayah Penticton South Okanagan, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kedua gereja kayu itu terbakar habis. "Polisi menganggap kebakaran itu mencurigakan," katanya, Senin (21/6).

Kebakaran pertama di Gereja Hati Kudus di tanah Band Indian Penticton ditemukan oleh petugas sekitar pukul 01.20. Sedangkan kebakaran Gereja St. Gregorius di tanah Band Indian Osoyoos ditemukan pada pukul 03.10. Adapun kedua gereja ini berjarak 27 mil satu sama lain.


Bayda menegaskan akan melakukan penyelidikan terkait kebakaran ini. Jika memang kebakaran ini adalah sesuatu yang disengaja maka mereka akan mencari tahu semua kemungkinan motif untuk mengungkap fakta. Pihaknya tidak akan membuat spekulasi terkait motif itu.

"Jika penyelidikan kami menganggap kebakaran ini sebagai pembakaran, RCMP akan mencari semua kemungkinan motif dan membiarkan fakta dan bukti mengarahkan tindakan investigasi kami," kata Bayda. "Kami sensitif terhadap kejadian baru-baru ini tetapi tidak akan berspekulasi tentang motifnya."

Kebakaran terjadi setelah Tk'emlupste Secw├ępemc First Nation mengatakan akhir bulan lalu mereka menemukan sisa-sisa 215 anak di bekas Sekolah Perumahan India Kamloops. Sekolah ini dioperasikan oleh Gereja Katolik dari tahun 1890 hingga 1969 sebelum diambil alih oleh pemerintah Kanada lalu ditutup pada tahun 1978.

Perdana Menteri Justin Trudeau, seorang Katolik, meminta gereja untuk menyampaikan permintaan maafnya setelah penemuan itu. Namun Paus Fransiskus hanya mengungkapkan "kesedihan" dan "kedekatannya dengan rakyat Kanada" atas tragedi itu tanpa meminta maaf.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts