Hari Ini Sidang Vonis Habib Rizieq, 2.801 TNI-Polri Diterjunkan Demi Antisipasi Massa
AFP
Nasional
Polemik Tes Swab Habib Rizieq

Sidang vonis atas kasus tes swab RS UMMI yang menjerat Habib Rizieq akan digelar pada Kamis (24/6) hari ini. Ribuan personel TNI-Polri pun dikerahkan untuk mengamankan sidang.

WowKeren - Kasus hukum yang menjerat Habib Rizieq Syihab terus bergulir. Dan sedianya pada Kamis (24/6) hari ini Pengadilan Negeri Jakarta Timur akan menggelar sidang vonis untuk kasus tes swab RS UMMI Bogor.

Tak main-main, untuk pengamanan sidang ini, ribuan aparat gabungan TNI dan Polri akan dikerahkan untuk mengamankan PN Jaktim. "Jumlah personelnya 2.801 personel gabungan TNI-Polri semuanya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Rabu (23/6).

Menurut Yusri, pengamanan ini sebenarnya tidak berbeda dari pengamanan di sidang-sidang Habib Rizieq sebelumnya. Hanya saja tampaknya jumlah personel yang diterjunkan cukup banyak demi mengantisipasi potensi massa simpatisan Habib Rizieq yang merapat ke PN Jaktim.

Melansir CNN Indonesia, massa yang mengaku simpatisan Habib Rizieq dari Malang dan Pasuruan, Jawa Timur tampak dalam perjalanan menuju DKI Jakarta. Video yang menunjukkan aksi para simpatisan ini ramai beredar di grup-grup WhatsApp.


"Kami memenuhi undangan JPU yang mengatakan bahwa imam besar kita Al Habib Muhammad Rizieq Syihab dikatakan isapan jempol. Laskar Jawa Timur siap jihad membela agama Allah, membela Rasulullah," tutur salah seorang pemuda dalam video tersebut.

Pernyataan ini tentu mengingatkan dengan polemik Jaksa Penuntut Umum yang menyangsikan gelar imam besar yang disandang Habib Rizieq. Polemik ini juga yang digarisbawahi Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang mengaku tidak mengimbau massa untuk ke sidang vonis namun juga tak bisa melarang.

"Jadi PA 212 tidak pernah mengimbau untuk datang, tapi juga tidak bisa melarang pencinta HRS," kata Ketua PA 212 Slamet Maarif. "Karena ini menyangkut cinta dan urusan hati yang tercabik kalimat JPU."

"Jadi kalau ada umat yang datang, maka JPU-lah yang harus bertanggung jawab," imbuhnya. Pasalnya Slamet merasa massa yang datang mungkin sakit hati dengan ucapan jaksa tersebut.

"Kami hanya bisa mengimbau kepada pencinta HRS mari wujudkan cinta kita kepada Alhabib Muhammad Rizieq Syihab dengan tetap menjaga akhlakulkarimah serta zikir, selawat, dan doa sepanjang persidangan berlangsung. Protokol kesehatan kapan dan di mana pun tetap wajib kita jaga, Saudaraku," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts