RS di Bangkok yang menjadi episentrum gelombang terbaru dan paling parah mengalami kekurangan tempat tidur di unit perawatan intensif untuk merawat pasien COVID-19 kritis.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 02 Juli 2021 - 14:58 WIB
WowKeren - Thailand telah membuka wilayahnya untuk turis asing di bawah skema Phuket Sandbox pada Kamis (1/7). Bahkan Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha pun datang ke bandara untuk menyambut para wisatawan ini.
Namun siapa sangka di lain sisi Thailand juga tengah berjibaku dengan kian meningkatnya kasus COVID-19? Sejumlah dokter telah dikirim ke Bangkok susul lonjakan kasus corona serta angka kematian yang memecah rekor.
Rumah sakit di ibu kota yang menjadi episentrum gelombang terbaru dan paling parah mengalami kekurangan tempat tidur di unit perawatan intensif untuk merawat pasien Covid yang dalam kondisi kritis. Wakil sekretaris tetap untuk kesehatan masyarakat, Thongchai Kiratihatthayakon menggambarkan situasi di Bangkok telah menjadi "krisis".
"Sekarang, Bangkok dan provinsi sekitarnya benar-benar dalam krisis, pasien mulai meninggal di rumah," katanya. "Di Thailand, seharusnya tidak demikian, kita tidak boleh dipaksa untuk memilih pasien mana yang akan bertahan dan mana yang akan dibiarkan mati."
Tenaga medis yang ada cukup terbatas seiring dengan pasien COVID-19 yang terus bertambah jumlahnya. Untuk itu, Kementerian Kesehatan telah mengirimkan 144 dokter dari beberapa provinsi di Thailand untuk membantu menangani situasi di Bangkok. Tak sedikit dari mereka adalah dokter yang baru saja lulus.
Pada upacara untuk para dokter yang baru direkrut, Thongchai mengatakan situasi saat ini di rumah sakit "tidak dapat dikelola, itu sebabnya kami memerlukan kehadiran Anda semua." Ia menambahkan bahwa saat ini dunia memang sedang dalam situasi melawan penyakit sehingga dokter adalah profesi yang sangat dibutuhkan.
"Dalam hidup kami, kami tidak pernah mengalami sesuatu seperti Perang Dunia II tetapi kami sekarang berada dalam perang di mana semua negara di dunia berjuang untuk melawan penyakit ini," ujarnya. "Anda adalah kekuatan kami."
Sementara itu, mendekati hari dibukanya skema Phuket Sandbox aturan yang ada dianggap masih kacau. Operator pariwisata mengatakan bahwa skema ini tidak inklusif untuk semua pemangku kepentingan.
(wk/zodi)