Jepang Putuskan Gelar Olimpiade Tokyo Tanpa Penonton Imbas Darurat COVID-19
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Pemerintah Jepang sudah menetapkan status darurat COVID-19 di Tokyo. Kini pemerintah yang sudah berdiskusi dengan komite, IOC, dan IPC sepakat menggelar Olimpiade Tokyo tanpa penonton.

WowKeren - Sejumlah keputusan strategis disampaikan pemerintah Jepang menyusul rencana pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang akan tiba dalam hitungan hari. Setelah memastikan Tokyo, yang notabene menjadi lokasi sentral pelaksanaan olimpiade, berstatus darurat COVID-19, kini juga diputuskan turnamen diselenggarakan tanpa penonton.

"Kami mencapai kesepakatan tidak ada penonton sama sekali di venue di Tokyo," tutur Menteri Olimpiade Jepang, Tamayo Marukawa, dalam keterangan persnya, Kamis (8/7). Namun bila merujuk pada pernyataannya, tampaknya masih ada harapan sejumlah cabang olahraga yang dilombakan di luar wilayah Tokyo masih bisa digelar dengan penonton secara terbatas.

Kesepakatan ini diambil dalam rapat yang dihadiri sejumlah perwakilan. Seperti Ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach, Komite Olimpiade Tokyo dari Jepang, Komite Paralimpiade Internasional, serta Pemerintah Jepang dan Tokyo.

Perihal kepastian gelaran Olimpiade Tokyo tanpa penonton ini pun diapresiasi oleh Bach yang baru saja mendarat di Tokyo pada Kamis (8/7) hari ini. Bach menegaskan bahwa pihaknya dan Andrew Parsons selaku Ketua Komite Paralimpiade Internasional (IPC) akan terus berkomitmen menghadirkan turnamen yang diselenggarakan dengan aman bersama komite dari Jepang.


"Kami sudah menunjukkan komitmen (menggelar turnamen dengan aman di tengah pandemi COVID-19) sejak hari pertama penundaan," tegas Bach. "Dan kami kembali menunjukkannya sekarang."

"Kami akan selalu mendukung pembatasan apapun yang diperlukan," sambungnya. "Untuk memastikan bahwa Olimpiade serta Paralimpiade diselenggarakan secara aman, baik untuk masyarakat Jepang sendiri maupun seluruh partisipan."

Presiden Komite Olimpiade Tokyo, Seiko Hashimoto, turut menyampaikan permintaan maaf atas keputusan yang akhirnya ditempuh ini. "Ini sangat disesalkan," ujarnya, terutama kepada masyarakat yang telah membeli tiket untuk menonton olimpiade secara langsung.

Sebelumnya Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menegaskan bahwa Tokyo kembali ke fase darurat COVID-19 mulai Senin (12/7) sampai 22 Agustus 2021, alias hingga olimpiade berakhir. Berbagai pembatasan ketat otomatis diterapkan, yang menurut Suga sangat penting semata demi mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona varian Delta dan mencegahnya menjadi gelombang baru infeksi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts