Wabah COVID-19 belum berakhir, termasuk di India. Namun kini negara bagian Kerala mengonfirmasi temuan kasus infeksi virus Zika yang berpotensi jadi wabah baru.
- Elvariza Opita
- Jumat, 09 Juli 2021 - 22:10 WIB
WowKeren - Hingga kini belum ada yang tahu kapan dan bagaimana pandemi COVID-19 akan berakhir. Namun beberapa penyakit yang berpotensi menjadi wabah terus ditemukan, termasuk yang paling sering terjadi di India, seperti misalnya infeksi jamur hitam.
Kini negara bagian Kerala yang terletak di bagian selatan India membunyikan alarm buntut temuan kasus perdana infeksi virus Zika. Yang sudah terkonfirmasi positif adalah seorang ibu hamil, sedangkan ada 13 warga lainnya yang tengah dalam investigasi lebih lanjut.
Menteri Kesehatan Kerala, Veena George, menyebut sang ibu hamil yang masih berusia 24 tahun kini sedang dalam perawatan di sebuah rumah sakit di Kota Thiruvananthapuram. Ibu hami ini sudah dikonfirmasi terinfeksi virus Zika yang ditularkan lewat gigitan nyamuk.
Sementara ada 13 suspek kasus infeksi virus Zika juga yang sedang diinvestigasi, demikian pernyataan George pada Jumat (9/7). Ke-13 sampel ini sudah dikirim ke sebuah laboratorium di Pune.
Infeksi virus Zika sendiri sebenarnya bukan barang baru di India. Tahun 2017 dan 2018 lalu ratusan kasus positif virus Zika teridentifikasi di Gujarat dan Rajasthan, juga ada beberapa di Mahdya Pradesh, namun ini baru pertama kali berkembang di Kerala.
Padahal saat ini Kerala, seperti negara bagian India lain, juga sedang berjibaku melawan wabah COVID-19 yang belum berakhir. Pada Jumat waktu setempat saja lebih dari 13 ribu kasus positif dilaporkan di Kerala, sepertiga lebih dari 43.393 pasien baru yang dikonfirmasi di level nasional.
Penyakit infeksius ini ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes sp. Namun Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkap bahwa infeksi virus Zika bisa ditularkan lewat hubungan seksual.
Pertama kali ditemukan di seekor kera di Hutan Zika di Uganda pada 1947 silam, infeksi ini sudah beberapa kali menciptakan wabah. Dan meski sudah 44 tahun ditemukan, nyatanya belum ada vaksin maupun obat antiviral yang spesifik digunakan untuk menyembuhkan infeksi virus Zika.
Beberapa gejalanya seperti demam, ruam kulit, konjungtivitis, nyeri otot dan sendi, namun setidaknya angka kematiannya sangat langka. Namun yang sangat mengkhawatirkan, bila infeksi virus Zika dialami oleh wanita hamil, maka janin yang dikandungnya berpotensi mengalami mikrosepali alias kondisi kepala bayi yang baru lahir berukuran lebih kecil karena abnormalitas dalam perkembangan otaknya.
(wk/elva)