Hong Kong melaporkan satu kasus baru dari sumber lokal yang tidak diketahui yang melibatkan seorang pekerja logistik. Kasus ini memecahkan catatan nol kasus lokal selama 33 hari.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 12 Juli 2021 - 12:37 WIB
WowKeren - Puluhan ribu pekerja bandara di Hong Kong harus menjalani tes COVID-19 untuk mencari kemungkinan pembawa mutasi dan rantai transmisi setelah dua personel terinfeksi dalam jarak 18 hari. Rencananya tes ini akan digelar besok, Selasa (13/7).
Langkah ini diambil usia Hong Kong melaporkan pada Minggu (11/7), satu kasus baru dari sumber lokal yang tidak diketahui yang melibatkan seorang pekerja logistik berusia 50 tahun di bandara. Kasus ini memecahkan catatan nol kasus lokal selama 33 hari.
Pria itu dites positif pada hari Sabtu untuk mutasi L452R, yang umumnya hadir dalam varian Delta yang sangat menular yang pertama kali ditemukan di India. Pria tersebut memiliki viral load yang tinggi. Pada 24 Juni, seorang staf pria berusia 27 tahun dipastikan telah terpapar varian Delta.
Pelacakan kontak mengarah pada keyakinan dia tertular varian dari tiga kedatangan Indonesia saat di pusat pengumpulan spesimen bandara. Meskipun pengurutan genom untuk menunjukkan apakah infeksi pekerja logistik melibatkan varian Delta belum selesai, Chuang Shuk-kwan, kepala unit penyakit menular kepala Pusat Perlindungan Kesehatan mengatakan ada dua pekerja bandara yang terpapar varian Delta dalam waktu singkat.
"Kami tidak dapat melihat hubungan langsung antara kedua kasus tersebut sehingga kami khawatir akan ada transmisi diam-diam," ujarnya. Tetapi "pekerja bandara dianggap berisiko tinggi karena mereka dapat memiliki kontak langsung atau tidak langsung dengan kasus impor."
Chuang menegaskan bahwa puluhan ribu personel yang bekerja di bandara sejak 20 Juni hingga Sabtu harus segera dites, terlepas dari apakah mereka sudah divaksinasi atau belum. Chuang mengatakan pihak berwenang juga berusaha mengidentifikasi celah dalam prosedur pengujian, identifikasi, dan pengangkutan kasus impor dari bandara ke rumah sakit.
"Sekarang kami terpapar varian baru, kemungkinan penularan pasti lebih tinggi," katanya. "Strategi terbaik adalah memvaksinasi semua yang dapat divaksinasi sambil meningkatkan kontrol."
(wk/zodi)